Aceh Tetapkan Status Tanggap Darurat Corona 71 Hari hingga 29 Mei

Nani Suherni ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 12:12 WIB
Aceh Tetapkan Status Tanggap Darurat Corona 71 Hari hingga 29 Mei
Ilustrasi penaganan pasien Covid-19. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh menetapkan status tanggap darurat untuk skala Provinsi Aceh selama 71 hari, mulai 20 Maret hingga 29 Mei 2020 mendatang. Keputusan itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam suratnya bernomor 360/969/2020.

Dalam surat keputusan itu, Nova Iriansyah mnyebutkan ada beberapa pertimbangan untuk menetapkan status tanggap darurat hingga 29 Mei mendatang.

Pertama, penyebaran Corona Virus Disease atau Covid-19 di dunia cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu. Virus ini menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang lebih besar. Virus ini juga dan telah berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Surat Keputusan Gubernur Aceh tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Skala Provinsi untuk Penanganan Covid-19
Surat Keputusan Gubernur Aceh tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Skala Provinsi untuk Penanganan Covid-19

Pertimbangan kedua, World Health Organization (WHO) pada 11 Maret 2020, telah menyatakan Covid-19 sebagai pandemi. Karena itu, perlu dilakukan penanganan secara cepat, tepat, fokus, terpadu, dan sinergis antar pemerintah daerah.

“Maka perlu ditetapkan status tanggap darurat skala provinsi untuk penanganan virus corona,” kata Nova Iriansyah dalam surat keputusan tersebut.

Ketiga, dengan meningkatnya jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19 di Aceh, penetapan status siaga darurat bencana non alam penyebaran Covid-19, yang ditetapkan pada 17 Maret 2020, perlu ditingkatkan menjadi status tanggap darurat.

Nova mengatakan, penetapan status tanggap darurat skala provinsi untuk penanganan Covid-19 itu bertujuan untuk pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan Covid-19. “Kemudian, kesiapan dan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi atau merespons terhadap Covid-19,” katanya.

Nova juga menyebutkan, penetapan status tanggap darurat itu dalam rangka penanganan Covid-19 dapat diperpendek atau diperpanjang. Keputusan itu sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan penanganan darurat bencana non alam.

“Keputusan gubernur ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” kata Plt Gubernur Aceh.


Editor : Maria Christina