Kapal Wisata KM Aditya Tenggelam di Pulau Bidadari, 5 Penumpang Selamat

Antara ยท Sabtu, 04 Januari 2020 - 17:19:00 WIB
Kapal Wisata KM Aditya Tenggelam di Pulau Bidadari, 5 Penumpang Selamat
Para penumpang KM Aditya yang tengelam di perairan Pulau Bidadari, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur berhasil diselamatkan tim SAR, Sabtu (4/1/2020). (Foto: Antara/HO- Basarnas Maumere)

KUPANG, iNews.id - Tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, Nusa Tenggara Timur berhasil menyelamatkan 5 wisatawan asal Solo, Jawa Tengah dan 4 anak buah kapal KM Aditya yang tenggelam di Pulau Bidadari, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (4/1/2020).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, Nusa Tenggara Timur, I Putu Sudayana mengatakan KM Aditya yang ditumpangi sembilang orang itu tenggelam di perairan Pulau Bidadari, ujung barat Pulau Flores tepatnya di koordinat 8°28'59.44"S - 119°50'27.94"E atau 2,65 NM dari pelabuhan laut Labuan Bajo.

BACA JUGA: Lima KRI Amankan Perairan Natuna, Seluruh Kapal Asal China Diusir

KM Aditya tenggelam pukul 09.30 Wita setelah dihantam gelombang keras di perairan Pulau Bidadari. Sebelumnya, kelima penumpang asal Solo, Jawa Tengah itu hendak berwisata ke Pulau Bidadari.

Dia mengatakan, kesembilan orang yang berada di atas KM Aditya semuanya berhasil diselamatkan tim SAR gabungan bersama nelayan di Labuan Bajo. Mereka langsung dievakuasi tim SAR ke Rumah Sakit Siloam, Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan medis.

BACA JUGA: Kapal Perang Berjaga, TNI Minta Nelayan Natuna Tak Cemas

I Putu Sudayana menjelaskan upaya penyelamatan penumpang dan ABK KM Aditya sempat mengalami kendala karena saat peristiwa itu berlangsung terjadi hujan lebat dan angin kencang.

"Ada satu tim yang pertama bergerak ke lokasi kejadian namun memilih kembali ke pelabuhan Labuan Bajo akibat cuaca yang tidak bersahabat. Kemudian Kita kerahkan RIB Pos SAR Manggarai Barat dan Speed Boat KSOP Labuan Bajo dan Mereka berhasil sampai ke lokasi kejadian sehingga bisa melakukan evakuasi terhadap para korban," katanya.

Editor : Nani Suherni