Kapal Perang Berjaga, TNI Minta Nelayan Natuna Tak Cemas

Antara ยท Sabtu, 04 Januari 2020 - 10:59 WIB
Kapal Perang Berjaga, TNI Minta Nelayan Natuna Tak Cemas
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono (Foto: AntaraKepri/Cherman)

BATAM, iNews.id - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono, mengimbau agar nelayan Natuna tidak cemas atas keberadaan kapal ikan asing dan Coast Goard China karena TNI hadir di laut Natuna.

"Tetap saja melaut, di sini kan ada kapal perang, bisa infokan pada kami," katanya usai memimpin upacara gelar pasukan dalam operasi siaga tempur pengamanan laut Natuna sebagai upaya penegakan kedaulatan negara di Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (3/1/2020).

BACA JUGA: Pemprov Kepri Minta Penenggelaman Kapal Ilegal Zaman Susi Dilanjutkan

Dia justru meminta nelayan menjadi mata dan telinga aparat keamanan, khususnya Angkatan Laut.

"Mungkin dengan kondisi laut kita yang luas, itu tidak bisa dijangkau oleh KRI kita saat ini, kan jumlahnya terbatas," ujarnya.

Yudo juga meyakinkan masyarakat dan nelayan untuk terus berkoordinasi dengan TNI maupun Bakamla yang berada di laut Natuna. Dia kembali mengingatkan agar nelayan Natuna beraktivitas seperti biasa.

"Tidak usah resah, karena jauh di 130 mil, nelayan kita kecil-kecil, tidak sampai di sana," kata Yudo.

Terkait adanya kabar gangguan, nelayan Indonesia diusir kapal asing, Yudo memastikan sampai saat ini belum ada laporan secara resmi ke TNI.

"Terkait nelayan kita diusir belum ada masuk laporan, namun justru kita yang mengusir mereka, jadi nelayan kita jangan takut," tegasnya.

BACA JUGA: Pemprov Kepri Desak Pusat Tangani Limbah Minyak Hitam

Sebelumnya, Herman, Ketua Nelayan Lubuk Lumbang, Kelurahan Bandarsyah pada Rabu (1/1/2020) malam lalu membenarkan, sebagian nelayan khawatir ada ancaman di laut. Dia membenarkan berita tentang nelayan yang diusir kapal asing saat sedang memancing.

"Nelayan saya kalau di laut tidak berani tidur, jika pun sedang istirahat, mereka harus bergantian, kalau tidak kami bisa ketabrak," kata Herman.

Karena itu dia berharap kapal pengawas Indonesia hadir mengawasi nelayan Natuna seperti yang dilakukan kapal pengawas negara asing terhadap nelayan mereka.

"Iya kalau coast guard mereka melakukan itu, kenapa tidak, kita lakukan hal yang sama agar nelayan kami juga aman melaut," ujarnya.


Editor : Nani Suherni