Jika Terbang, Helikopter Buatan Kakek Asal Jambi Akan Dipakai Bantu Pemadaman Karhutla

Azhari Sultan ยท Minggu, 11 Juli 2021 - 19:06:00 WIB
Jika Terbang, Helikopter Buatan Kakek Asal Jambi Akan Dipakai Bantu Pemadaman Karhutla
Helikopter barang bekas rongsokan buatan kakek asal Jambi jika sudah bisa terbang akan dipakai membantu pemadaman karhutla. (Foto: MNC Portal/Azhari Sultan)

JAMBI, iNews.idHelikopter yang terbuat dari barang bekas rongsokan hasil kreasi Usman Jalil (65) warga Thehok, Kota Jambi jika sudah bisa terbang rencananya dipakai untuk membantu menyiram lahan pertanian dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Impian itu yang kini sedang diwujudkan Usman Jalil, kakek yang tidak tamat sekolah dasar (SD). Meski tidak memiliki keahlian khusus, Usman dengan bermodalkan keyakinan dibantu anaknya dan seorang rekannya selama lebih tiga bulan ini membuat helicopter.

Usman mengaku biaya pembuatan helikopter menguras biaya yang tidak sedikit.

"Selama proses perakitan helikopter ini sudah berjalan lebih 3 bulan. Sudah menelan biaya sekitar Rp35 juta," ungkap Usman, Minggu (11/7/2021).

Dia juga mengatakan, pada tahun 1997 silam sewaktu bekerja di showmil di Kabupaten Tanjungjabung Barat pernah membuat helikopter dari rotan.

Selain itu, kondisi Covid-19 yang belum pulih ini membuat ide kreatifitasnya timbul. "Karena Covid ini tidak ada kegiatan, jadi pikir-pikir merancang helikopter lagi saja. Dan Alhamdulillah bisa," ujarnya.

Menurutnya, bila helikopter yang dibuatnya bisa terbang akan digunakan sebagai alat membantu menyelesaikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi.

"Saya berharap bisa untuk menyiram air bagi pertanian warga dan dapat membantu menyiram air saat terjadi karhutla," kata Usman.

Ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, menurut dia, helikopter dengan berat 500 kg tersebut bisa mengangkut air sebanyak 2 ton.

Saat ini, untuk menyelesaikan helikopter hingga bisa terbang sempurna masih dibutuhkan dana lagi. "Butuh tambahan Rp15 juta hingga Rp20 juta baru bisa terbang," katanya.

Diakuinya, di masa pandemi Covid-19 tidak mudah menyelesaikan helikopter. Apalagi usaha depot air minum isi ulangnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, dengan keyakinan kuat tidak membuatnya putus asa.

"Coba-coba buat dari barang bekas, kita guyur-guyur membuatnya. Kumpulkan besi bekas, dua mesin motor matik," tuturnya.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: