Jadi Tersangka, Anak Bupati Rokan Hilir Ditahan terkait Kasus Penganiayaan

Antara, Muhamad Yusuf ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 20:08 WIB
Jadi Tersangka, Anak Bupati Rokan Hilir Ditahan terkait Kasus Penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan. (Foto: istimewa)

PEKANBARU, iNews.id - Anak Bupati Rokan Hilir, Provinsi Riau, berinisial AR ditahan di Mapolresta Pekanbaru terkait kasus penganiayaan terhadap Asep Feriyanto (37) hingga dirawat di rumah sakit. Penahanan AR ini setelah statusnya dinaikan menjadi tersangka oleh penyidik.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, dalam perkara penganiayaan ini penyidik menetapkan tiga tersangka. Selain AR, polisi turut menetapkan dua rekannya yang bersama-sama melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban terluka sebagai tersangka.

Kedua tersangka berinisial A dan B. Namun, dua inisial terakhir masih berstatus dalam daftar pencarian orang. "AR saat ini ditahan. Sedangkan dua temannya masih kita cari," katanya, Jumat (14/2/2020).

AR bersama dua rekannya sebelumnya terlibat penganiayaan berat hingga menyebabkan korban bernama Asep Feriyanto (37) tak sadarkan diri karena pukulan. Penganiayaan itu terjadi, Kamis (13/2/2020) dini hari di halaman parkir sebuah hotel di Jalan Soebrantas, Kota Pekanbaru.

AR alias Ari yang juga diketahui Ketua KNPI Kabupaten Rokan Hilir itu diperiksa penyidik polisi usai keluarga korban melapor ke Polsek Tampan karena mendapati dugaan penganiayaan yang terjadi.

Kapolresta mengatakan, AR yang juga berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu menganiaya Asep hingga babak belur karena diduga terkait perempuan.

AR disebut tidak terima melihat teman akrab perempuannya bersama Asep di sebuah hotel. Dia pun membawa dua rekannya dan langsung menghajar Asep hingga babak belur. Bagaimanapun juga tindakan penganiayaan adalah perbuatan melanggar hukum, sehingga polisi merespon kejadian tersebut setelah memeriksa sejumlah saksi.

"Tapi, motif ini masih kita dalami. Termasuk apakah AR memakai alat atau tidak saat memukul korban, tapi saksi mengatakan melihat AR ini pakai alat," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki