get app
inews
Aa Text
Read Next : Mantan Gubernur Bengkulu Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Gratifikasi dan Pemerasan

Insentif Covid Tak Kunjung Cair, Nakes RSUD Bengkulu Demo ke Gubernur

Senin, 08 Februari 2021 - 16:37:00 WIB
Insentif Covid Tak Kunjung Cair, Nakes RSUD Bengkulu Demo ke Gubernur
Tenaga kesehatan RSUD Bengkulo demo menuntut dana insentif Covid-19 yang tak kunjung cair ke Gubernur Bengkulu. (Foto: MNC Portal/Demon Fajri)

BENGKULU, iNews.id - Puluhan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di ruang isolasi khusus Covid-19 RSUD M Yunus Bengkulu, melakukan aksi demo di halaman RSUD dan Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (8/02/2021). 

Mereka menuntut pencairan uang insentif Covid-19 yang tak kunjung cair sejak Juni 2020 lalu.

Aksi demo digelar tenaga kesehatan, karena hingga kini tak ada kejelasan dari manajemen RSUD, serta beberapa kali mediasi, termasuk dengan DPRD Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu tak juga membuahkan hasil.

"Makanya hari ini kami ingin menemui langsung gubernur untuk menyampaikan aspirasi,” kata Koordinator aksi, Saleh. 

Selain insentif tenaga kesehatan khusus Covid-19, kata dia, para nakes yang terdiri atas bidan dan perawat juga menuntut uang remunerasi yang belum cair sejak November 2020. Selain itu, uang makan dicairkan rutin setiap bulan.

Tenaga kesehatan RSUD Bengkulo demo menuntut dana insentif Covid-19 yang tak kunjung cair ke Gubernur Bengkulu. (Foto: MNC Portal/Demon Fajri)
Tenaga kesehatan RSUD Bengkulo demo menuntut dana insentif Covid-19 yang tak kunjung cair ke Gubernur Bengkulu. (Foto: MNC Portal/Demon Fajri)

Dia menyebutkan, tenaga kesehatan khusus Covid-19 yang bertugas di ruang isolasi, sesuai ketentuan, menerima insentif sebesar Rp7,5 juta setiap shift bertugas atau 15 hari kerja. 

Satu nakes bisa mendapatkan 1 hingga 2 sift bertugas, selain harus rela meninggalkan keluarga karena harus menginap di asrama, beberapa nakes dan keluarganya juga sempat terpapar Covid-19 selama bertugas. 

Menurut Saleh, sebagai garda terdepan yang menangani pasien covid selama ini, para nakes berharap uang insentif sebagai uang lelah mereka segera dicairkan.

"Kami menjamin pelayanan pasien di RSUD M Yunus tetap berjalan, karena nakes yang ikut aksi hari ini, nakes yang sedang tidak bertugas dan nakes yang piket malam,” kata Saleh.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, pemprov segera mencairkan insentif nakes tersebut paling lambat akhir bulan mendatang, saat ini pencarian insentif nakes masih menunggu persetujuan pergeseran anggaran dari Kemendagri. 

"Untuk uang remunerasi saya perintahkan agar dicairkan dalam Minggu ini, uangnya bersumber dari pencairan BPJS dan pendapatan rumah sakit," ujar Rohidin.

Sementara untuk uang makan nakes memang terlambat dan tidak hanya pegawai di RSUD M Yunus saja, namun semua ASN di Pemda Provinsi Bengkulu memang belum dibayarkan dan akan dicairkan akhir bulan ini. 

Usai audiensi dengan Gubernur, para nakes akhirnya menerima penjelasan tersebut dan membubarkan diri.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut