Incar Rp250 Juta di Mobil Korban, Pencuri Bawa Kabur Tas Berisi Sendal

Sigit Dzakwan Pamungkas, Sindonews ยท Rabu, 10 April 2019 - 18:05 WIB
Incar Rp250 Juta di Mobil Korban, Pencuri Bawa Kabur Tas Berisi Sendal
Ilustrasi pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil. (Foto: Istimewa).

KUMAI, iNews.id - Seorang warga di Kabupaten Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi korban pencurian pecah kaca mobil. Namun bukan merampas tas berisi uang, melainkan tas berisi dongkrak, lap mobil dan sendal jepit.

Peristiwa pencurian ini dialami seorang pengusaha muda, David Purnomo (26), warga Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai. Kronologinya, pada Rabu (10/4/2019) pukul 10.30 WIB mengambil uang tunai sebesar Rp250 juta di bank, kawasan Pangkalan Bun.

"Saya sendirian setelah keluar dari bank tidak ada tanda tanda yang membuntuti saya. Uang Rp250 juta saya taruh dalam plastik dan saya menuju rumah kolega bisnis," kata David kepada wartawan di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, Kalteng.

Setelah mengantar uang, lanjut David, pukul 11.30 WIB dia menuju rumah pacarnya di kawasan Pangkalan Bun. Dia memarkirkam mobilnya di depan sebuah apotek di Jalan HM Rafi.

Namun saat dia keluar dari rumah pacarnya, mobil sudah ramai dikerumuni warga. Ketika dicek, ternyata kaca mobil sebelah kanan pecah dan tas berisi dongkrak, lap mobil dan sandal jepit, hilang. Kasus ini kemudian dilaporkannya ke Mapolsek Arut Selatan (Arsel).

"Saya duga pelaku mengincar uang saya. Padahal sudah saya kasih ke teman saya," ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Arsel, AKP Rendra Aditya Dani mengatakan, saat ini korban dan saksi masih diperiksa di ruang SPKT Polsek Arsel. Polisi juga sedang menyelidiki rekaman CCTV milik apotek.

Polisi menduga pelaku berjumlah dua orang. Satu sebagai eksekutor, dan seorang lagi berada di atas motor. Mereka memecahkan kaca mobil dengan keramik busi, dan mengambil tas di dalam mobil korban.

Hendra mengimbau warga yang mengambil uang di bank dengan jumlah banyak untuk menggunakan jasa pengawalan polisi.

"Jangan takut pakai pakai pengawalan polisi. Tidak ada biaya sama sekali," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal