Idul Adha, Umat Muslim di Kupang Diimbau Persiapkan Salat Id di Masjid

Antara ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 10:41 WIB
Idul Adha, Umat Muslim di Kupang Diimbau Persiapkan Salat Id di Masjid
Seorang imam memimpin ibadah salat Id 1440 Hijriah di lapangan Polda NTT di Kupang, NTT, Rabu (5/6/2019). (Foto: Antara)

KUPANG, iNews.id - Pelaksanaan salat Id untuk perayaan Idul Adha 1441 H, pada Jumat (31/7/2020) nanti diperkirakan berbeda dari tahun lalu karena saat ini pandemi Covid-19. Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kupang mengimbau umat Muslim untuk melaksanakan salat Id di masjid masing-masing dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Ketua PHBI Kupang Ambo Ana Mbojo mengatakan, sampai hari ini pihaknya masih membahas mengenai kepastian lokasi pelaksanaan salat Id pada Jumat nanti. PHBI belum bisa memastikan apakah ada disiapkan lokasi-lokasi salat Id untuk umum atau tidak.

"Sambil menunggu hasilnya, kami imbau setiap masjid lebih baik menyiapkan masjidnya agar bisa digunakan untuk salat Id dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Ketua PHBI Kupang Ambo Ana Mbojo di Kupang, Selasa (28/7/2020).

Ambo mengatakan, saat ini beberapa lokasi atau lapangan yang biasa digunakan untuk salat Id seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak dibuka untuk umum.

"TNI AL, Korem, Lanud El Tari, Lapangan Asrama TNI AD sudah menyampaikan untuk salat Id tahun ini hanya diperuntukkan bagi kalangan mereka saja karena sedang pandemi," ujarnya.

Demikian juga untuk di lapangan depan kantor Wali Kota Kupang dan halaman parkir Lippo Plaza Kupang. Tidak ada izin menggunakan lokasi itu untuk salat Id bagi masyarakat umum.

Sementara di lapangan Polda NTT dan lapangan Brimob Polda NTT, hingga saat ini belum ada kepastian. Keputusannya baru akan disampaikan pada Selasa sore nanti.

"Hari ini ada rapat dengan MUI, Polda NTT dan beberapa pihak membicarakan soal pelaksanaan salat Id di Kota Kupang," ujarnya.

Dia menambahkan, jika memang pelaksanaan shalat Id tetap dilaksanakan secara umum di beberapa lokasi seperti tahun-tahun sebelumnya, maka protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat.

"Kami akan pantau. Umat yang datang harus menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan melakukan scanning suhu tubuh. Ini dilakukan untuk mencegah jangan sampai ada yang terkena Covid-19," katanya.


Editor : Maria Christina