Ibu Gantung Diri Usai Bunuh Anak, Polisi: Diawali Cekcok dengan Suami soal Rumah

Muhamad Yusuf ยท Selasa, 17 November 2020 - 16:25:00 WIB
Ibu Gantung Diri Usai Bunuh Anak, Polisi: Diawali Cekcok dengan Suami soal Rumah
Pesan tulisan tangan dalam secarik kertas yang ditemukan di TKP ibu dan dua anak tewas di Pekanbaru. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, iNews.id – Fakta baru terungkap dalam kasus ibu muda yang tega membunuh anak kembarnya lalu gantung diri di kompleks Perum Mutaiara Kulim, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau. Dari hasil pemeriksaan polisi, sebelum peristiwa itu terjadi korban sempat cekcok mulut dengan suami terkait penjualan rumah.

“Dari keterangan suami korban berinisial PN ini, NS cekcok dengan suaminya karena ingin menjual rumah antara iya dan tidak untuk pindah rumah guna mencari kehidupan yang lebih baik. Sehingga ada rasa kesal dan dendam sama istrinya,” kata Kapolsekta Tenayan Raya, Kompol Hanafi seusai mengolah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Polresta Pekanbaru, Selasa (17/11/2020).

Selain mengolah TKP, polisi juga memeriksa sejumlah saksi terkait ditemukannya ibu dan anaknya yang tewas di dalam rumah mereka.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti di antaranya kain panjang dan susu bayi. Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan kertas HVS berisi tulisan 'Maaf aku pergi biar anak-anak ikut bersama ku'.

Saat ini, jenazah NS dan anaknya NA (2) sudah dibawah pihak keluarga untuk dimakamkan.

Diketahui, peristiwa tragis ibu membunuh anaknya lalu bunuh diri menggegerkan warga itu terjadi di rumah mereka, Perum Mutiara Kulim, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (16/11/2020) malam.

NS ditemukan dalam posisi gantung diri di dalam kamar. Sementara ketiga anaknya tergeletak di atas kasur. Dua dalam kondisi sudah meninggal dunia yakni NA (2) dan DAG (6 bulan). Korban selamat yakni kembaran DAG yang ditemukan lemas dengan mulut berbusa.

Mereka ditemukan sang suami saat baru pulang kerja. Saksi langsung meminta pertolongan warga setempat dan kejadian itu kemudian dilapor ke polisi. Sejauh ini polisi belum bisa mengambil kesimpulan penyebab kematian para korban.

Editor : Kastolani Marzuki