Ibu Bunuh Anak Kandung di Bengkulu, Mayatnya Dibiarkan hingga Dikerubungi Semut

Ismail Yugo · Sabtu, 12 Juni 2021 - 13:09:00 WIB
Ibu Bunuh Anak Kandung di Bengkulu, Mayatnya Dibiarkan hingga Dikerubungi Semut
Kapolsek Napal Putih Ipda Erry Andra. (Foto: iNews/Ismail Yugo)

BENGKULU, iNews.id - Seorang ibu di Kabupaten Bengkulu Utara tega membunuh anak kandung. Mayat korban dibiarkan di sudut rumah hingga dikerubungi semut saat ditemukan warga.

Informasi dirangkum iNews, aksi sadistis ini dipicu lantaran pelaku kesal dengan anaknya yang tak berhenti menangis. Korban kemudian dianiaya hingga luka di sekujur tubuh.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di Kecamatan Napal putih, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Identitas pelaku yakni berinisial DE, ibu muda berusia 22 tahun.

Kapolsek Napal Putih Ipda Erry Andra mengatakan, kronologi kejadian bermula saat korban meminta uang untuk jajan. Namun sang ibu tak memberikannya lantaran tidak punya uang. Korban yang masih kecil pun menangis hinga membuat pelaku emosi.

Puncaknya saat korban menangis minta diambilkan makan dan melempar pelaku dengan sesuatu benda. Pelaku kemudian menganiaya secara brutal hingga tewas.

"Pelaku ini menjambak rambut anaknya lalu dibenturkan kepalanya ke dinding tiga kali. Korban tak sadarkan lalu lalu terus dianiaya hingga tampak luka lebam di wajah," ujar Kapolsek, Sabtu (12/6/2021).

Setelah melihat anaknya tak sadarkan diri, pelaku memindahkannya di sudut ruangan. Dia lalu meninggalkan korban sejak pukul 09.00 WIB hingga akhirnya ditemukan warga pukul 14.00 WIB.

"Saat ditemukan tubuh korban sudah dikerubungi semut. Sudah meninggal duna," katanya.

Warga selanjutnya melaporkan pelaku ke polisi yang langsung menangkapnya. Pelaku kini sudah dalam pemeriksaan penyidik.

Dia telah mengakui perbuatan keji tersebut saat sang suami sedang tidak ada di rumah

Keterangan keluarga, pelaku merupakan warga Kabupaten Lebong yang baru tinggal di Kecamatan Napal Putih bersama suami barunya. Dia bekerja sebagai buruh tani.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 80 ayat 3 dan ayat 4 UU Nomor 35 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Editor : Donald Karouw