Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Tangerang Terpaksa Perkecil Ukuran Produk
Selain harga kedelai yang naik, biaya pembelian plastik sebagai bahan pembungkus tempe juga mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat pengeluaran produksi semakin besar.
Akibat tingginya biaya produksi, Hapid terpaksa mengurangi kapasitas produksi. Jika sebelumnya mampu mengolah hingga dua kuintal kedelai, kini produksinya hanya sekitar 80 kilogram.
Untuk menekan kerugian tanpa menaikkan harga jual secara signifikan, dia memilih memperkecil ukuran tempe yang dipasarkan kepada konsumen.
Dia mengaku situasi tersebut cukup berat bagi pelaku usaha kecil. Namun, menghentikan produksi bukan menjadi pilihan karena usaha tempe merupakan sumber pendapatan utama keluarganya.
Para perajin tempe berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga kedelai sehingga biaya produksi tidak semakin membebani pelaku usaha kecil dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Editor: Kurnia Illahi