Guru Ngaji di Karimun Cabuli 2 Murid di Toilet Masjid dari Maret hingga Desember 2019

Iwan Mohan ยท Senin, 27 Januari 2020 - 18:30 WIB
Guru Ngaji di Karimun Cabuli 2 Murid di Toilet Masjid dari Maret hingga Desember 2019
Tersangka AR, guru mengaji yang mencabuli dua muridnya digiring petugas Polres Karimun, Kepulauan Riau, Senin (27/1/2020). (Foto: iNews/Iwan Mohan)

KARIMUN, iNews.id – Seorang guru mengaji di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ditangkap petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun karena dilaporkan mencabuli dua muridnya, Senin (27/1/2020). Aksi tersebut dilakukan tersangka di toilet masjid dengan mengiming-imingi korban uang.

Pelaku AR, pria berusia 52 tahun ini hanya bisa pasrah saat digiring petugas menuju Mapolres Karimun, Senin siang. Pengakuan AR kepada polisi, dirinya telah mencabuli kedua korban di toilet masjid sejak bulan Maret 2019 hingga Desember 2019. Kedua korban anak di bawah umur.

“Dari Maret 2019 hingga Desember 2019, dia melakukan perbuatan pencabulan kepada dua korban berulang-ulang. Pengakuan pelaku sudah 10 kali dan semuanya di masjid,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun, Senin (27/1/2020).

 

BACA JUGA:

Kejanggalan Kasus Penemuan Kerangka Remaja Putri di Karimun, Pakaian Dalam Korban Hilang

3 Dokter dan 2 Perawat yang Rawat Pasien DBD di Sikka NTT Juga Terjangkit

 

Herie Pramono mengatakan, perbuatan pelaku terungkap setelah korban menceritakan pencabulan yang mereka alami kepada orang tua. Orang tua yang tidak terima dengan perbuatan guru mengaji itu langsung membuat laporan pengaduan kepada polisi.

“Jadi pelaku ini mencabuli dua korban. Yang satu korbannya berusia 12 tahun dan satu lagi berusia 16 tahun. Dua-duanya murid mengaji, sedangkan si pelaku ini guru mengaji,” kata Herie.

Sementara tersangka AR mengakui perbuatan bejatnya. Usai mencabuli korban, AR memberikan korban uang dengan jumlah bervariasi. Tersangka berdalih memberikan uang tersebut lantaran kasihan melihat ekonomi keluarga korban.

“Kadang-kadang saya kasih Rp200.000, Rp100.000, dan Rp50.000,” ujar tersangka AR.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka pencabulan anak AR dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Tersangka AR, guru mengaji yang mencabuli dua muridnya digiring petugas Polres Karimun, Kepulauan Riau, Senin (27/1/2020). (Foto: iNews/Iwan Mohan)


Editor : Maria Christina