get app
inews
Aa Text
Read Next : Gunung Lewotobi Laki-Laki NTT Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 1.100 Meter

Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Dahsyat Hari Ini, Kolom Abu Capai 2.500 Meter

Jumat, 05 Juni 2026 - 09:31:00 WIB
Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Dahsyat Hari Ini, Kolom Abu Capai 2.500 Meter
Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi Kamis pagi, kolom abu mencapai 2.500 meter. Warga diimbau menjauh dari radius 5 km. (Foto: iNews TV/Joni Nura)

MAUMERE iNews.id - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meletus dahsyat pada Kamis (5/6/2026) pukul 06.57 WITA. Tinggi kolom abu teramati sekitar 2.500 meter di atas puncak atau sekitar 4.084 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Herman Yosef S Mboro menjelaskan, letusan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14,8 mm dan durasi sekitar 3 menit 35 detik. Abu vulkanis bergerak arah condong ke barat daya dan barat laut. Erupsi ini disertai hujan abu vulkanis berwarna putih yang turun ke permukaan.

“Warga di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki serta pengunjung atau wisatawan diminta tidak beraktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi,” ujar Herman Yosef dalam laporannya dikutip Jumat (5/6/2026).

Gunung yang berstatus level III Siaga tersebut mengeluarkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Dia menambahkan masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Selain bahaya abu vulkanis, masyarakat di sekitar gunung diimbau mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Warga yang terdampak hujan abu diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya bagi sistem pernapasan. Selain itu, masyarakat diimbau selalu waspada dan menjauh dari kaki gunung untuk mengantisipasi potensi bahaya dari letusan susulan.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut