Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT Erupsi Hari Ini, Kolom Abu Capai 400 Meter
FLORES TIMUR, iNews.id - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami erupsi dengan memuntahkan kolom abu setinggi ratusan meter yang mengarah ke barat daya, Selasa (14/4/2026). Aktivitas vulkanis ini terpantau jelas oleh petugas pengamat gunung api dan terekam di seismograf.
Erupsi ini tercatat terjadi tepat pukul 08:21 WITA. Kolom letusan teramati mencapai ketinggian sekitar 400 meter di atas puncak gunung. Jika dihitung dari permukaan laut, tinggi kolom abu tersebut mencapai kurang lebih 1.984 meter.
Petugas Pengamat Gunung Api Bramantya Aji Putra Mahendra menjelaskan, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang.
"Terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada hari Selasa, 14 April 2026, pukul 08:21 WITA tinggi kolom abu teramati ± 400 meter di atas puncak," tulisnya dalam laporan dikutip Selasa (14/4/2026).
Selain visual, aktivitas erupsi juga terekam melalui alat pemantauan. Data seismograf menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 5,9 mm. Durasi erupsi tercatat berlangsung selama 115 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan risiko akibat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki yang masih berpotensi berlanjut.
Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Area tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran material vulkanis.
PVMBG juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya. Warga diimbau mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah setempat.
Selain itu, potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah banjir lahar hujan. Risiko ini dapat terjadi jika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan sekitar gunung.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, hingga Nawakote. Sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung menjadi jalur utama aliran lahar.
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu, penggunaan masker sangat dianjurkan. Hal ini penting untuk melindungi sistem pernapasan dari paparan abu vulkanis.
Pemerintah daerah juga diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang. Koordinasi ini dilakukan bersama PVMBG di Bandung untuk memastikan pemantauan berjalan optimal.
Editor: Donald Karouw