Gubernur Banten Pertimbangkan Lockdown, PPKM Dinilai Tak Efektif Tekan Covid-19

Teguh Mahardika ยท Senin, 21 Juni 2021 - 17:36:00 WIB
Gubernur Banten Pertimbangkan Lockdown, PPKM Dinilai Tak Efektif Tekan Covid-19
Ilustrasi pasien Covid-19 saat mendapatkan pelayanan dari petugas medis. (Foto: Antara)

SERANG, iNews.id - Kasus Covid-19 di wilayah Provinsi Banten masih terus melonjak meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah diterapkan. Gubernur Banten Wahidin Halim mempertimbangkan untuk menerapkan lockdown karena menilai PPKM tidak efektif. 

"PPKM tidak efektif. Buktinya orang bolak-balik, enggak efektif. Enggak efektif artinya orang keluar masuk, mudik diem-diem. Pulang dari sana bawa penyakit," kata Wahidin, Senin (21/6/2021).
 
Meskipun berencana menerapkan lockdown untuk menekan laju penyebaran Covid-19, Wahidin masih akan meminta saran terlebih dahulu dari pemerintah pusat. Dia ingin memastikan pola pengetatan yang harus diambil oleh pemerintah daerah, termasuk kemungkinan penerapan lockdown. 

"(Pengetatan) harus, tetapi kita menunggu petunjuk dari pusat, lockdown, PSBB atau PPKM," katanya.

Menurut Wahidin, jika kasus Covid-19 terus melonjak signifikan, rumah sakit yang menanangani pasien akan kewalahan. Terlebih, saat ini keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Banten sudah di atas 80 persen. Bahkan, BOR di Kota Tangerang sudah mencapai 90 persen.

"Kalau kondisinya normal saja enggak ada peningkatan sedahsyat ini masih sanggup, kita kan punya 3.700 kamar, kita siap. Cuma ini kan ada perkiraan yang melebihi tahun lalu, lompatan luar biasa," katanya.

Wahidin mengaku kesal terhadap masyarakat yang tetap membandel memaksakan mudik dan berwisata saat libur Lebaran 202. Sebab, dampaknya terasa hari ini dengan lonjakan kasus yang sangat signifikan.

"(Masyarakat) kagak pada nurut dibilanginnya. Sudah enggak pada pakai masker kita lihat di mana-mana," katanya.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: