Gubernur Banten Izinkan Kelas Tatap Muka secara Terbatas di Daerah Sulit Sinyal

Antara, Nani Suherni ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 10:15 WIB
Gubernur Banten Izinkan Kelas Tatap Muka secara Terbatas di Daerah Sulit Sinyal
Gubernur Banten Wahidin Halim menggelar pertemuan dengan para kepala sekolah negeri di Tangerang, Senin (13/7/2020). (Foto: Instagram Wahidin Halim)

TANGERANG, iNews.id - Kegiatan belajar mengajar di Provinsi Banten masih melalui sistem daring untuk online menyusul Tangerang Raya yang masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, sekolah di daerah yang mengalami sulit sinyal dan kelas praktikum diizinkan melakukan kelas tatap muka secara terbatas.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, kelas tatap muka secara terbatas dilakukan dengan difasilitasi peralatan yang telah disediakan sekolah. Syaratnya, kegiatan belajar mengajar harus tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tetap dengan acuan kalender pendidikan untuk Tahun Ajaran 2020-2021," kata Wahidin Halim usai melakukan pertemuan dengan para kepala sekolah negeri di Tangerang, Senin (13/7/2020).

Wahidin juga menjelaskan, sekolah secara terbatas boleh menggunakan dana BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah) Daerah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten untuk penyediaan pulsa. Begitu jugauntuk pembelian kuota internet bagi para siswa.

"Jangan jadi beban baru buat para orang tua," kata Wahidin.

Diketahui, saat ini Banten masih melaksanakan PSBB dalam rangka penanganan Covid-19. Secara umum sekolah diperkirakan masuk bertatap muka pada Desember 2020. "Saya tidak ingin ada klaster baru dan tetap waspada terhadap pandemi ini," kata Wahidin.

Sementara itu untuk kelas praktikum yang dilaksanakan oleh Kejuruan SMK, Gubernur Banten memberikan izin secara terbatas dengan cara shift atau bergantian agar tetap memperhatikan social distancing. Kemudian, melaksanakan protokol kesehatan, menggunakan masker dan penyediaan tempat cuci tangan.

Dalam akun Instagramnya, Wahidin juga mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah dan guru di wilayah Tangerang untuk mendukung langkah Pemprov Banten dalam penanganan Covid-19. Hal ini ditekankannya mengingat Tangerang saat ini sudah seluruhnya memasuki di zona kuning dari zona merah sebelumnya.

Dengan tetap menjaga disiplin protokol kesehatan, dia berharap wilayah Tangerang dan Provinsi Banten seluruhnya bisa segera menuju zona hijau. Dengan begitu, perekonomian bisa segera pulih.

"Tidak ada alasan bagi kepala sekolah dan guru untuk tidak melaksanakan protokol kesehatan. Saya minta untuk menjadi teladan dalam menangani Covid-19 ini," katanya.


Editor : Maria Christina