Penjelasan BMKG terkait Penyebab Gempa Bumi M5,1 di Bayah Lebak

Nani Suherni ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 09:16 WIB
Penjelasan BMKG terkait Penyebab Gempa Bumi M5,1 di Bayah Lebak
Lokasi gempa bumi di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (14/7/2020) pagi. (Sumber: BMKG)

JAKARTA, iNews.id - Wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa tektonik, Selasa (14/7/2020), pukul 07.04.34 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi yang berlokasi di laut pada jarak 19 km arah Barat Daya Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten ini, memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0 dari sebelumnya M5,1.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,96 Lintang Selatan (LS) dan 106,08 Bujur Timur (BT). Gempa yang tepatnya berlokasi di laut ini memiliki kedalaman 91 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," kata Rahmat Triyono dalam siaran pers yang diterima.

Rahmat mengatakan, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Bayah dan Panggarangan, II MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Rahmat.

Hasil monitoring BMKG hingga Selasa (14/7/2020) pukul 07.18 WIB, belum menunjukkan ada aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. BMKG merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

BMKG juga mengimbau masyarakat memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa. Kemudian, pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke rumah. Selain itu, pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.


Editor : Maria Christina