Erupsi Gunung Karangetang, Warga Desa Batubulan Terisolasi

Subhan Sabu ยท Jumat, 08 Februari 2019 - 16:31 WIB
Erupsi Gunung Karangetang, Warga Desa Batubulan Terisolasi
Ratusan warga Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara mengungsi akibat erupsi Gunung Karangetang. (Foto: iNews.id/Subhan Sabu)

SITARO, iNews.id – Ratusan warga Batubulan, Kecamatan Siau Barat Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara hingga kini masih terisolasi akibat jalan menuju ke desa tersebut tertutup lava pijar erupsi Gunung Karangetang.

Tim BPBD Sitaro maupun Basarnas Manado belum bisa menjangkau desa tersebut akibat terkendala lokasi. Sementara jumlah warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Karangetang sejak 2 Februari 2019 lalu terus bertambah.

Dari data Basarnas Manado, sekitar 54 kepala keluarga atau 195 jiwa yang harus mengungsi akibat terdampak erupsi gunung tersebut, bahkan sebanyak 494 warga di Desa Batubulan.

Ratusan pengungsi itu tersebar di beberapa lokasi. Rinciannya 57 KK, 122 Jiwa terdiri atas 65 laki-laki dan 57 wanita diungsikan ke shelter pengungsi BPBD Siau, 12 KK (44 jiwa) terdiri atas 21 laki-laki dan 23 wanita mengungsi di SD GMIS Batubulan. 

Sedangkan pengungsi yang semula berada di Shelter Ondong dan SD GMIS Batubulan memilih ke tempat saudara masing-masing berjumlah 9 KK (29 jiwa). "Para pengungsi tetap masih dalam pengawasan dan akan diberikan bantuan," ujar Humas Basarnas Manado, Ferry Aryanto, Jumat (8/2/2019).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro memindahkan 137 orang penduduk dari pengungsian di Gereja Nazaret Niambangeng dan Batubulan ke lokasi pengungsian sementara di Kelurahan Paseng, Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Lokasi itu berjarak sekitar 10 km dari Dusun Niambangeng melalui jalur darat karena dikhawatirkan jalur lahar erupsi Gunung Karangetang semakin meluas.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro, Bob Wuaten mengatakan lokasi pengungsian saat ini sudah relatif aman karena berada di luar area yang direkomendasikan oleh PVMBG untuk dikosongkan.

"Karena lokasi pengungsian yang kurang memadai maka Ibu Bupati meminta agar dipindahkan ke shelter Kelurahan Paseng ini karena kondisi erupsi Gunung Karangetang ini dari pihak pengamat gunung belum bisa memastikan kapan akan berakhir," tandas Wuaten.


Editor : Kastolani Marzuki