Dukung Cegah Stunting, 4,7 Ton Ikan Hasil Pengawasan Impor Diserahkan KKP ke Pemprov Kepri

Anindita Trinoviana · Senin, 13 Juni 2022 - 19:19:00 WIB
Dukung Cegah Stunting, 4,7 Ton Ikan Hasil Pengawasan Impor Diserahkan KKP ke Pemprov Kepri
KKP menyerahkan 4,7 ton ikan hasil pengawasan ke 24 desa di Kepulauan Riau untuk mendukung penanggulangan gizi buruk atau stunting. (Foto: Dok KKP)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan 4,7 ton ikan hasil pengawasan ke 24 desa di Kepulauan Riau untuk mendukung penanggulangan gizi buruk atau stunting pada Sabtu (11/6/2022). 

Penyerahan sebanyak 4,25 ton ikan Makerel asal Tiongkok dan 498 kilogram ikan Bawal Emas asal Malaysia hasil pengawasan ini dilakukan usai pengungkapan kasus impor ikan ilegal pada 4 Juni 2022 lalu.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin menyampaikan bahwa, ini merupakan salah satu fungsi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang bukan hanya sebatas pada sisi penegakan hukum, tapi juga bermanfaat untuk masyarakat.

Adin menambahkan bahwa kedua perusahaan yang melanggar, yakni PT ATN dan PT SLA telah dikenai sanksi administrasi berupa teguran tertulis, penyegelan dan pengamanan, serta pembayaran denda administratif.

Hal ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada kedua perusahaan tersebut. Kedua perusahaan telah menandatangani berita acara penyerahan ikan kepada petugas Pangkalan PSDKP Batam terkait produk importasi komoditas perikanan yang tidak sesuai ketentuan.

“Ikan tersebut juga bukan merupakan barang bukti tindak pidana perikanan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sosial atau masyarakat. Kami juga menggandeng Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) untuk memastikan mutu ikan tersebut bebas dari hama penyakit dan layak konsumsi,  juga Direktorat Pemasaran KKP dan Pemda setempat untuk menyalurkan ikan hasil pengawasan tersebut ke masyarakat,” ucap Adin.

Lebih lanjut, Adin menyampaikan ikan ini dibagi ke masyarakat berisiko stunting di dua Kecamatan Kota Batam, yaitu Kecamatan Nongsa dan Kecamatan Batam kota, serta kepada warga Kampung Bahari Nusantara binaan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV, Tanjung Pinang.

Editor : Anindita Trinoviana

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsRegional di Google News

Bagikan Artikel: