Dipaksa Mengaku Mencuri, Pria Ini Diduga Dipukuli Oknum Polisi hingga Pingsan

Joni Nura ยท Senin, 25 Oktober 2021 - 12:38:00 WIB
Dipaksa Mengaku Mencuri, Pria Ini Diduga Dipukuli Oknum Polisi hingga Pingsan
Korban dugaan penganiayan saat melaporkan oknum polisi ke Polres Sikka. (Foto: iNews/Joni Nura)

SIKKA, iNews.id - Oknum anggota Polres Sikka diduga menganiaya warga yang dituduh mencuri. Akibatnya korban mengalami luka-luka hingga pingsan saat dipaksa mengaku telah melakukan pencurian.

Korban penganiayaan tersebut diketahui berinisial YG (49) warga Dusun Bolawolon, Desa Tana Duen, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT. Kondisi korban mengalami luka di lengan bagian kanan, memar di kepala dan lebam di rusuk bagian kanan. Sementara pelaku diduga oknum polisi yang bertugas di Polres Sikka berinisial YM.

Korban menceritakan, kronologi peristiwa penganiayaan bermula saat dia sedang berada di pangkalan ojek Pantai Bolawolon bersama dua temannya menunggu penumpang pada Selasa (19/10/2021). Pagi harinya ada seorang ibu yang datang dan memarkirkan kendaraan roda dua dekat tempat korban dan temannya mangkap lalu pergi menuju ke kapal yang berada di Pelabuhan Pertamina.

Pukul 00.00 WITA, dia dihubungi dan diminta untuk ke lokasi kejadian. Setelah sampai di lokasi, sudah ada delapan orang, salah satunya diketahui sebagai anggota polisi.

Kemudian orang yang diduga oknum polisi bertanya kepadanya apakah mengenal Markus dan Rangga. Korban pun menjawab mengenal keduanya. Korban lalu diajak untuk mencari Rangga dan Markus malam itu juga. Namun mereka tidak ditemui di kediamannya masing-masing.

Korban lalu ditanya soal pencurian. Dia membantah karena merasa tidak pernah terliat dalam pencurian.

"Saya bantah karena bukan saya yang curi, tapi dia paksa untuk saya mengaku. Bukan saya yang melakukannya, saya mau mengaku apa. Dari situ dia emosi dan tempeleng saya. Dia suruh saya harus mengaku, saya sumpah demi Tuhan, buat apa saya tipu. karena saya tidak mengaku dia pukul sampai saya pingsan," ujarnya, Minggu (24/10/2021).

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: