Diduga Terinfeksi Virus Korona, Penerjemah Turis China Dirawat di RSUP Dr Kandou Manado

Jefry Langi ยท Sabtu, 25 Januari 2020 - 18:26 WIB
Diduga Terinfeksi Virus Korona, Penerjemah Turis China Dirawat di RSUP Dr Kandou Manado
Kabid Pelayanan Medis (Yanmed) RSUP Prof Dr RD Kandou Handry Takasinsirang menjelaskan penanganan yang telah dilakukan terhadap pasien suspect virus korona, Sabtu (25/1/2020). (Foto: iNews/Jefry Langi)

MANADO, iNews.id – Seorang penerjemah turis China yang baru saja pulang dari negara itu, dirawat di ruang isolasi Irina F Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (25/1/2020). Perempuan berinisial G dan berusia 25 tahun itu diduga terinfeksi virus korona.

Perawatan pasien suspect virus korona itu berawal dari informasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulut kepada pihak RSUP Prof Dr Kandou Manado, Sabtu pagi. Mereka menyebutkan, ada penumpang yang baru turun dari pesawat Lion Air asal China.

Penumpang tersebut mengalami demam, tidak enak badan, dan flu yang menyerupai gejala penderita yang terinfeksi virus korona. Perempuan ini sebelumnya mengunjungi negara Tirai Bambu itu selama enam hari.

 

BACA JUGA:

Virus Corona Diduga Berasal dari Kelelawar, Warga Manado Tetap Doyan Santap Paniki

Selidiki Penemuan Mayat Suami Istri Bersimbah Darah di Manado, Polisi Periksa 6 Saksi

 

Mendapat informasi tersebut, RSUP Prof Dr RD Kandou Manado langsung melakukan persiapan untuk merawat pasien suspect korona. Petugas di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) langsung melakukan langkah medis dengan memeriksa suhu badan dan mewawancarai pasien.

Kabid Pelayanan Medis (Yanmed) RSUP Prof Dr RD Kandou Handry Takasinsirang mengatakan, dari wawancara diketahui, pasien seorang penerjemah bagi turis China. Dalam kunjungannya selama enam hari di China, dia mengunjungi beberapa kota yang lokasinya tidak jauh dari Kota Wuhan, tempat virus korona pertama kali ditemukan.

Pihak rumah sakit saat ini masih memeriksa intensif terhadap korban dengan mengambil sampel cairan tenggorokan, cairan paru-paru. Selanjutnya, sampel darah yang kemudian dikirim ke laboratorium di Jakarta.

“Kami sudah melakukan penanganan sesuai dengan SOP yang ada. Sudah difoto rontgen juga. Yang bersangkutan saat ini masih dalam pengawasan,” kata Handry Takasinsirang.

RSUP Prof Dr RD Kandou mengimbau agar warga tidak panik saat mendengar ada pasien dalam pengawasan atau suspect virus korona. Warga juga diharapkan lebih memahami gejala-gejala jika seseorang terjangkit virus tersebut.


Editor : Maria Christina