get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral Arumi Balita Bima Korban Malapraktik Tanya Keberadaan Tangannya yang Diamputasi

Diduga Malapraktik, Bayi Patah Tulang usai Operasi Sesar di RSUD Sumba Timur NTT

Senin, 11 Mei 2026 - 21:56:00 WIB
Diduga Malapraktik, Bayi Patah Tulang usai Operasi Sesar di RSUD Sumba Timur NTT
RSUD Sumba Timur NTT mendapat sorotan usai mencuat kasus dugaan malapraktik terhadap bayi yang baru lahir lewat operasi sesar. (Foto: iNews)

WAINGAPU, iNews.idBayi yang baru dilahirkan mengalami patah tulang paha usai operasi sesar di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Anak pertama pasangan Arnoldus Hapu Hunggu dan Marlin Loda Wahak itu diduga menjadi korban malapraktik.

Keluarga mengaku terkejut saat melihat kondisi fisik bayi laki-laki tersebut tidak normal sesaat setelah persalinan. Kekhawatiran itu terbukti setelah hasil rontgen menunjukkan adanya patah tulang paha yang cukup serius. 

Arnoldus menceritakan bahwa istrinya merupakan pasien BPJS yang dirujuk dari Puskesmas Nggoa pada Kamis (7/5/2026) malam pukul 20.00 WITA. Berdasarkan surat rujukan, bayi dalam kandungan tersebut mengalami lilitan tali pusat sehingga memerlukan penanganan darurat. 

Meski sudah berada di ruang kebidanan sejak malam, tindakan operasi sesar baru dilakukan pada Jumat siang. Bayi tersebut lahir dengan berat badan 3,42 kilogram dan panjang 51 sentimeter, namun dalam kondisi kaki yang memprihatinkan. 

"Kami sangat sedih, ini putra pertama kami. Kami mempertanyakan mengapa operasi baru dilakukan keesokan harinya dan bagaimana prosedur persalinannya sampai kaki anak saya patah," ujar Arnoldus, Senin (11/5/2026).

Didampingi oleh Aliansi Masyarakat Peduli Sumba Timur (AMPST), pihak keluarga akhirnya resmi melaporkan kejadian ini ke Polres Sumba Timur. Laporan tersebut dilayangkan untuk menelusuri apakah terdapat unsur kelalaian atau malapraktik dalam penanganan medis tersebut.

Ketua AMPST, Ricky Prihatin Core, menegaskan perlunya transparansi dari pihak rumah sakit. "Harus ada penjelasan terbuka. Mengapa ada rentang waktu yang lama dari saat rujukan hingga operasi, dan apa penyebab pasti patah tulang tersebut," katanya.

Tanggapan RSUD Umbu Rara Meha

Pihak manajemen RSUD Umbu Rara Meha Waingapu membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Umbu Rara Meha, Samuel Lay Riwu, menyebutkan bahwa kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di rumah sakit tersebut.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut