Demo Warga Bombana Tolak Penambangan Emas di Kantor Gubernur Sultra Ricuh
BOMBANA, iNews.id – Puluhan warga Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) berunjuk rasa menolak penambangan emas oleh PT Panca Logam Makmur di Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulawesi Tenggara, Kamis (23/7/2020). Demonstrasi yang awalnya berjalan tertib mendadak berubah ricuh lantaran massa kesal tak ditemui pejabat terkait.
Massa kemudian melanjutkan aksinya ke Mapolda Sultra. Di lokasi itu, kericuhan kembali terjadi saat salah seorang pengunjuk rasa yang nekat menerobos masuk ke dalam Mapolda Sultra dengan membuka baju dihalau petugas. Massa kecewa dengan sikap Kapolda Sultra yang tak mau menemui mereka.
Massa pengunjuk rasa kemudian melanjutkan aksi demonstrasinya ke Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara. Kericuhan kembali pecah saat massa mendesak bertemu dengan Gubernur Alimazi. Namun, aksi itu diahalangi petugas Satpol PP di depan pintu gerbang masuk. Saling dorong pun tak dapat terhindarkan.
Perwakilan warga, Multazam mengatakan, unjuk rasa warga itu untuk meminta agar penambangan emas yang dilakukan PT Panca Logam Makmur segera dihentikan karena dianggap merusak lingkungan dan tidak mengantongi izin.
“Warga minta pemerintah segera menghentikan penambangan emas oleh PT Panca Logam karena tidak berizin dan merusak lingkungan,” katanya.
Massa pengunjuk rasa mengancam jika penambangan emas masih tetap berlangsung, mereka akan kembali turun dengan membawa jumlah yang lebih banyak lagi.
Editor: Kastolani Marzuki