Cuaca Ekstrem, Pelayaran Wisata Labuan Bajo Dihentikan hingga 15 Januari
Berdasarkan prakiraan BMKG Direktorat Meteorologi Maritim periode 12–14 Januari 2026, tujuh destinasi wisata bahari unggulan masuk dalam zona perhatian serius, yakni Manta Point, Gili Lawa Laut, Pulau Kanawa, Pulau Padar, Pulau Papagarang, Pulau Rinca, dan Pulau Sabolo.
Di sejumlah titik, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,6 meter dengan arus laut hingga 150 cm/detik serta potensi hujan petir, terutama pada 13 Januari. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi aktivitas wisata laut.
KSOP Labuan Bajo menegaskan, keputusan diambil setelah menindaklanjuti data tinggi gelombang BMKG Stamar Tenau per 11 Januari 2026, hasil pemantauan pos darat, serta laporan langsung dari kapal di lapangan.
Dalam maklumat tersebut, Syahbandar menekankan empat poin krusial keselamatan, yakni memastikan kelaiklautan kapal, memperkuat komunikasi antarkapal, menjalankan prosedur berlabuh di area aman dan segera berkoordinasi dengan Syahbandar dan Basarnas dalam kondisi darurat.
Langkah preventif ini dinilai untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut di kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo, yang belakangan kerap dihadapkan pada cuaca ekstrem.
KSOP juga mengimbau pelaku usaha pariwisata dan wisatawan untuk menjadwalkan ulang perjalanan laut hingga kondisi perairan kembali aman, demi keselamatan bersama.
Editor: Kurnia Illahi