Cerita Kapolsek Menes Ditusuk saat Kawal Wiranto, lalu Jalan ke Puskesmas Berlumuran Darah

Mahesa Apriandi ยท Sabtu, 12 Oktober 2019 - 17:46 WIB
Cerita Kapolsek Menes Ditusuk saat Kawal Wiranto, lalu Jalan ke Puskesmas Berlumuran Darah
Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi menjenguk Kapolsek Menes Kompol Dariyanto yang terluka saat berusaha melindungi Menko Polhukuman Wiranto di RS Sari Asih Kota Serang, Provinsi Banten, Jumat (11/9/2019). (Foto: iNews/Mahesa Apriandi)

SERANG, iNews.id – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Menes Kompol Dariyanto menjadi salah satu korban penusukan bersama Menko Polhukam Wiranto di Alum-Alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Kamis (12/10/2019). Hingga saat ini, Dariyanto masih dirawat di Rumah Sakit Sari Asih Serang dan kondisinya sudah mulai membaik.

Saat ditemui oleh Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi dan jajarannya, Kapolsek Menes menceritakan secara lengkap peristiwa yang menimpa dirinya saat bersama Menko Polhukam Wiranto, Kamis (10/10/2019). Dia mengaku mendapatkan lima luka tusukan di bagian depan dan belakang karena ditusuk oleh pelaku penusukan, Fitri Andriana (21).

Dariyanto mengatakan, sebelum insiden itu, dirinya mendapat informasi dari anggotanya bahwa bahwa rombongan Menko Polhukam Wiranto sudah sampai di pertigaan Cimanin, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Jaraknya sekitar 15 menit ke Alun-Alun Menes.

Dari mapolsek, Dariyanto bersiap menyambut rombongan yang akan menuju helipad setelah Wiranto meresmikan gedung kuliah umum di Universitas Mathla’ul Anwar, Banten. Dariyanto pun langsung bersalaman dengan Menko Polhukam Wiranto.

Usai bersalaman, Dariyanto refleks membantu melakukan pengamanan dengan membalikkan badan. Saat itu, salah satu pelaku tiba-tiba menerobos keramaian dan langsung menyerang ke arah Wiranto hingga terjatuh.

Ajudan Wiranto berusaha menghalangi pelaku yang masih berusaha menyerang, namun pelaku yang terdesak di antara warga lainnya sempat terjatuh.

Kapolsek Menes Kompol Dariyanto menceritakan kronologi penyerangan Menko Polhukuman Wiranto dan dirinya di RS Sari Asih Kota Serang, Provinsi Banten, Jumat (11/9/2019). (Foto: iNews/Mahesa Apriandi)

Setelah serangan itu, Dariyanto refleks kembali membalikkan badannya mengantisipasi serangan susulan. Namun, dirinya malah ditusuk oleh pelaku lain di punggung. Dariyanto membalikkan badan sehingga saling berhadapan dengan pelaku.

Pelaku pun kembali menyerang bagian depannya dan Dariyanto berusaha melawan pelaku hingga jatuh. Tak lama, pelaku langsung diamankan sejumlah petugas dan masyarakat.

“Yang menyerang saya perempuan berpakaian jilbab, saya enggak tahu karena pisaunya tertutup dengan kain hitam. Baju saya langsung robek. Saya melawan, dan akhirnya pelaku jatuh dan langsung diamankan,” kata Kompol Dariyanto, Jumat (11/10/2019).

Pascainsiden itu, Menko Polhukam Wiranto yang terluka langsung diamankan ke dalam mobil dan dibawa ke rumah sakit. Sementara dirinya harus berjalan menuju puskesmas yang jaraknya 500 meter sambil berlumuran darah. “Saya jalan kaki dibantu oleh anggota saya ke puskesmas,” katanya.

Dariyanto mengatakan, akibat penusukan itu, dia mendapatkan lima luka tusukan di bagian depan dan belakang badannya. Lukanya di bagian punggung sedalam empat sentimeter (cm), kemudian di lengan kanan, dada, pundak, bahu dan di siku.

Setelah di puskesmas, dia pun mendapatkan perawatan dan dilarikan ke Rumah Sakit Berkah Pandeglang. Dia lalu di pindahkan ke Rumah Sakit Sari Asih Kota Serang Banten. Hingga saat ini, kondisinya sudah membaik dan masih dalam proses pemulihan.

“Saya melakukan semua itu karena memang insting, kepekaan, untuk bersikap melindungi sebagai seorang polisi. Alhamdulillah sekarang kondisi saya sudah lebih baik,” katanya.

Sementara Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi mengapresiasi tindakan yang dilakukan Kapolsek Menes Kompol Dariyanto saat berusaha melindungi Menko Polhukuman Wiranto.

“Ikut prihatin dan mendoakan bapak karena telah berbuat yang terbaik dengan menjaga marwah negara. Sekaligus bapak tanpa memikirkan keselamatan bapak sudah berusaha untuk melindungi, menjaga, dan menjauhkan Pak Wiranto dari perbuatan-perbuatan seperti kemarin,” kata Edy.


Editor : Maria Christina