Celana Dalam Dibuka dan Dicabuli, Pemuda di Aceh Laporkan Tukang Pijat Pria ke Polisi

Taufan Mustafa ยท Jumat, 18 September 2020 - 18:57 WIB
Celana Dalam Dibuka dan Dicabuli, Pemuda di Aceh Laporkan Tukang Pijat Pria ke Polisi
Polisi menunjukkan barang bukti celana dalam dan tukang pijat yang mencabuli pelanggan di Mapolsel Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Jumat (18/9/2020). (Foto:iNews/Taufan Mustafa)

BANDA ACEH, iNews.id – Seorang pemuda di Banda Aceh, Provinsi Aceh, melaporkan kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang tukang pijat di salah satu rumah refleksi di kota itu. Pelaku membuka celana dalam korban dan mencabulinya saat dipijat.

Korban RS (30), yang tak terima dan merasa dilecehkan akhirnya melaporkan pelaku ke Polsek Kuta Alam Banda Aceh. Polisi kemudian menangkap pelaku MZ (22), yang baru bekerja selama tiga pekan di tempat pijat bugar refleksi tersebut.

Kapolsek Kuta Alam Iptu Muchtar Chalis mengatakan, kronologi kejadian berawal saat korban mendatangi pijat bugar refleksi di Banda Aceh, pada Rabu (16/9/2020), pukul 12.00 WIB. Pelaku kemudian memberikan pelayanan pijat refleksi kepada korban. Usai melakukan pijatan selama 30 menit, pelaku meminta korban untuk melepas celana dalamnya.

Namun, korban menolak. Pelaku kemudian melakukan pijatan di area selangkangan korban. Tiba-tiba, korban merasakan alat vitalnya sudah berada di dalam mulut pelaku.

Korban RS yang merasa telah dicabuli dan dilecehkan langsung melaporkan aksi bejat tersebut ke polisi. Polisi selanjutnya mengamankan pelaku dari tempatnya bekerja tanpa perlawanan.

“Pelaku dijerat dengan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Pelaku diancam dengan hukuman cambuk sebanyak 45 kali atau membayar emas murni sebanyak 45 gram atau kurungan selama 45 bulan,” kata Kapolsek Kuta Alam, Jumat (18/9/2020).

Dari keterangan pelaku kepada penyidik, sebelum bekerja di Banda Aceh, dirinya juga pernah bekerja di tempat bugar refleksi di Kota Medan, Sumatera Utara. Di Medan, pelaku juga sudah pernah melakukan perbuatan yang sama. Namun selama bekerja di Aceh, dia baru sekali melakukannya.


Editor : Maria Christina