Cegah Covid-19, Taman Nasional Komodo Larang Masuk Kapal Pesiar hingga Mei

Antara ยท Kamis, 19 Maret 2020 - 12:33 WIB
Cegah Covid-19, Taman Nasional Komodo Larang Masuk Kapal Pesiar hingga Mei
Sejumlah kapal wisata jenis pinisi berlabuh di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (22/1/2020). (Foto: Antara)

KUPANG, iNews.id - Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) melarang kapal-kapal pesiar masuk ke kawasan wisata yang berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu untuk mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19. Larangan itu diberlakukan mulai 19 Maret hingga 19 Mei 2020.

Kepala BTNK Lukita Awang Nistyantara mengatakan, larangan tersebut disampaikan melalui surat pengumuman Nomor: PG.279/T.17/TU/REN/03/2020 tentang Pelarangan Sementara Kapal Pesiar (cruise ship) di Taman Nasional Komodo dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Surat edaran dikeluarkan pada Rabu, 18 Maret 2020.

"Larangan ini untuk memberikan perlindungan bagi petugas dan masyarakat di dalam kawasan Taman Nasional Komodo dari penyebaran COVID-19," kata Lukita Awang Nistyantara melalui keterangan tertulis di Kupang, Kamis (19/3/2020).

Pelarangan sementara ini akan dievaluasi dengan memperhatikan kebijakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Dya Alam dan Ekosistem (KSDAE) serta pemerintah daerah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Dia menjelaskan, larangan tersebut mempertimbangkan sejumlah aspek di antaranya dalam mendampingi wisatawan dari kapal pesiar, petugas. Kemudian, masyarakat yang berinteraksi intensif selama aktivitas berlangsung.

Kapal-kapal pesiar yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo juga melalui rute perjalanan yang panjang. Kapal-kapal menyinggahi negara-negara atau kota-kota yang diketahui telah terinfeksi virus korona seperti Australia, Vietnam, China, Jepang, Eropa, dan Amerika.

Selain itu, penyebaran Covid-l9 semakin meluas di beberapa tempat di Indonesia. Presiden RI Joko Widodo telah menetapkannya sebagai bencana nasional non-alam.

"Karena itu untuk pencegahan kami mengeluarkan larangan ini untuk melindungi para petugas dan masyarakat agar tidak tertular Covid-19 yang sudah merebak di banyak tempat," katanya.


Editor : Maria Christina