Buaya Muara Kerap Berjemur di Dekat Permukiman Jadi Tontonan Warga Pangkalpinang

Haryanto ยท Kamis, 16 Juli 2020 - 12:12:00 WIB
Buaya Muara Kerap Berjemur di Dekat Permukiman Jadi Tontonan Warga Pangkalpinang
Salah satu buaya yang kerap muncul di Kolong Kepoh, kawasan Kelurahan Bacang, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis (16/7/2020). (Foto: iNews/Haryanto)

PANGKALPINANG, iNews.id – Warga Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), digegerkan dengan kemunculan buaya muara di dekat permukiman. Buaya yang diduga lebih dari dua ekor itu kerap muncul berjemur di siang hari dan menjadi tontonan warga.

Menurut warga, buaya itu mulai kerap muncul di Kolong Kepoh, kawasan Kelurahan Bacang, Pangkalpinang, sejak satu minggu belakangan. Kemunculan buaya di area bekas penambangan timah itu mengundang banyak warga yang penasaran melihat penampakannya.

Menurut salah seorang warga, Abiue, dia pernah melihat tiga ekor buaya dengan ukuran dua hingga tiga meter di muara itu. Buaya-buaya itu kerap muncul ke permukaan pada siang dan malam hari.

“Tiap hari muncul, ada tiga yang sering dilihat warga, tapi ada satu yang muncul, tiap hari. Buaya-buaya itu sering berjemur siang-siang. Makanya seminggu terakhir warga ramai di sini menonton,” kata warga setempat, Abiue, Kamis (16/7/2020).

Bagi warga setempat, penampakan buaya-buaya tersebut membuat resah. Apalagi, mereka sering memancing di bekas penambahan timah itu sehingga dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa diserang buaya. Warga sempat berupaya menangkap buaya dengan jerat tali, namun gagal.

Tim penyelamat satwa kota setempat juga tengah berupaya mengevakuasi buaya dengan perangkap di lokasi tersebut karena meresahkan warga. Perangkap dipasang di dua lokasi buaya-buaya sering muncul. Namun, proses evakuasi yang dilakukan sejak Rabu kemarin belum membuah hasil.

“Kami tahu di sini muncul buaya awalnya viral. Kami membawa dua perangkap untuk mengevakuasi buaya dan pakai umpan ayam mati. Kami berharap bisa dievakuasi karena kita takut juga membahayakan masyarakat sekitar,” kata Ketua Yayasan Alobi Babel Langka Sani.


Editor : Maria Christina