get app
inews
Aa Text
Read Next : Konflik Tanah Ulayat di Adonara Flores Timur, Rumah Dibakar hingga Warga Tertembak

Brimob Dikerahkan ke Flores Timur, Amankan Bentrok Warga Dipicu Sengketa Tanah Ulayat

Sabtu, 07 Maret 2026 - 14:47:00 WIB
Brimob Dikerahkan ke Flores Timur, Amankan Bentrok Warga Dipicu Sengketa Tanah Ulayat
Personel Brimob Maumere dikerahkan ke Adonara Timur untuk mengamankan bentrokan warga dua desa akibat sengketa tanah ulayat. (Foto: iNews TV)

FLORES TIMUR, iNews.id - Bentrok warga dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memanas akibat sengketa tanah ulayat. Personel Brimob dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan konflik warga tersebut..

Sebanyak 30 personel Brimob dari Kompi 1 Batalyon B Pelopor Maumere diterjunkan ke Pulau Adonara untuk membantu pengamanan bentrokan yang terjadi antara warga Desa Lewonara Sausina dan Desa Bele Waiburak.

Wadanki 1 Yon B Pelopor Maumere, Iptu Simon Hedo mengatakan pihaknya mendapat perintah untuk membantu pengamanan karena situasi di lokasi masih memanas.

“Kita cek perkembangannya situasi masih memanas antara masyarakat, ada pembakaran. Kami datang untuk memback-up terkait situasi di wilayah Flores Timur,” ujar Iptu Simon, Sabtu (7/3/2026).

Dia menjelaskan satu peleton personel Brimob telah diberangkatkan menuju lokasi bentrokan untuk membantu aparat kepolisian setempat menjaga keamanan.

“Informasi sementara bentrok antarkampung. Sementara pergeseran yang diminta Kompi 1 ada 30 personel,” katanya.

Bentrokan yang melibatkan warga dua desa tersebut dilaporkan menyebabkan sejumlah rumah terbakar. Warga di sekitar lokasi pun dilanda kepanikan.

Sebagian besar warga yang rumahnya terdampak kebakaran memilih mengungsi ke desa tetangga untuk menghindari bentrokan susulan.

Selain pembakaran rumah, bentrokan juga dilaporkan menggunakan senjata api rakitan. Akibat kejadian ini, beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, personel Polres Flores Timur juga telah berada di lokasi untuk melakukan penyekatan di antara kedua desa guna mencegah bentrokan meluas.

Polisi mengimbau warga dari kedua desa agar menahan diri dan tidak melakukan aksi kekerasan lagi sambil menunggu penyelesaian sengketa tanah ulayat tersebut.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut