BPBD Ingatkan 6 Kecamatan di Pekanbaru Masih Rawan Karhutla

Antara ยท Senin, 20 Januari 2020 - 16:12 WIB
BPBD Ingatkan 6 Kecamatan di Pekanbaru Masih Rawan Karhutla
Petugas Manggala Agni Daops Pekanbaru menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Pekanbaru, Riau, Sabtu (18/1/2019). (Foto: Antara)

PEKANBARU, iNews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru mengingatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berpotensi terjadi. Warga enam kecamatan di kota ini diminta mewaspadai risiko karhutla tersebut.

“Enam kecamatan yang mesti mewaspadai risiko kebakaran hutan dan lahan meliputi Kecamatan Payung Sekaki, Tampan, Marpoyan Damai, Bukit Raya, Rumbai, dan Tenayan Raya,” kata Kepala BPBD Kota Pekanbaru Zarman Candra di Pekanbaru, Senin (20/1/2020).

Zarman menjelaskan, pada awal 2020, kebakaran lahan terjadi di kawasan Jalan Wonosari, Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki. Polisi sudah menangkap dua orang yang diduga membakar lahan di daerah itu.

 

BACA JUGA:

Kabut Asap Kembali Selimuti Batam Kepri, Penyebabnya Belum Diketahui

Kebakaran Besar Terjadi di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil Riau

 

BPBD Kota Pekanbaru juga sejak awal tahun 2020 telah mendeteksi lima titik api yang tersebar di daerah Air Hitam di Kecamatan Tampan, kawasan Jalan Pemuda, dan Tangkerang Labuai.

“Karena itu, kami mengimbau masyarakat Pekanbaru untuk menjaga alam, jangan membakar lahan sembarangan. Insya Allah dengan begitu, kita terhindar dari bencana,” katanya.

Zarman mengatakan, menurut prakiraan, musim kemarau akan lebih panjang pada tahun 2020. BPBD menekankan pentingnya upaya untuk mencegah karhutla selama kurun waktu itu.

“Ini menjadi atensi tersendiri karena kalau lahan gambut sudah terbakar, akan menyebar ke mana-mana. Selain itu, akan memakan waktu yang cukup lama api berdiam diri,” kata Zarman.

BPBD telah mengingatkan para ketua RT/RW melalui lurah dan camat untuk mengimbau warga agar tidak melakukan pembakaran dan kegiatan yang bisa memicu karhutla. Masyarakat juga diimbau menyebarluaskan informasi mengenai layanan panggilan darurat 112.


Editor : Maria Christina