BMKG: Majene Diguncang Gempa Bumi 28 Kali sejak Kamis

Antara, Nani Suherni ยท Jumat, 15 Januari 2021 - 15:40:00 WIB
BMKG: Majene Diguncang Gempa Bumi 28 Kali sejak Kamis
Warga mengamati Gedung Kantor Gubernur Sulbar yang rusak akibat gempa bumi, di Mamuju, Jumat (15/1/2021). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa bumi di Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), sudah terjadi 28 kali sejak Kamis (15/1/2021) hingga Jumat (15/1/2021). Dengan meningkatnya magnitudo gempa menjadi lebih besar 6,2 dari sebelumnya M5,9 pada Kamis (14/1/2021), gempa kedua berdampak lebih merusak.

"Sejak Kamis pukul 13.35.49 WIB hingga Jumat pukul 06.00 WIB hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi gempa sebanyak 28 kali di Majene," kata Koordinator Bidang Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Dia juga menyebutkan, gempa Majene merupakan gempa berulang dilihat berdasarkan sejarah gempa masa lalu. Sesar Naik Mamuju yang diduga sebagai sumber gempa Majene ini sangat aktif. 

"Dari sebaran gempa utama dan susulan yang terjadi sejak 14-15 Januari, ada tiga yang bisa kita kenali sumbernya dan memiliki kesamaan dengan gempa masa lalu," kata Daryono.

Daryono mengatakan, gempa yang terjadi di Majene merupakan perulangan gempa pada 1969 karena dibangkitkan oleh sumber yang sama, yaitu Sesar Naik Mamuju (Mamuju thrust). Namun, saat itu pusat gempa berada di laut sehingga menimbulkan tsunami.

Berdasarkan data dan historis, telah terjadi tiga gempa dan tsunami merusak di sekitar Majene, yaitu pada 11 April 1967 dengan magnitudo 6,3 di Polewali Mandar yang menimbulkan tsunami dan menyebabkan 13 orang meninggal.

Kemudian pada 23 Februari 1969 di Majene dengan magnitudo 6,9 menyebabkan 64 orang meninggal, 97 luka dan 1.287 rumah rusak di empat desa. Lalu, pada 8 Januari 1984 dengan magnitudo 6,7 di Mamuju. Namun, tidak ada catatan korban jiwa tapi banyak rumah yang rusak.

Majene diguncang gempa kuat dengan magnitudo 6,2 pada Jumat (15/1) 2021 pukul 01.28.17 WIB. Episenter terletak pada koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT tepatnya di darat pada kedalaman 10 km.

"Magnitudo gempa menjadi lebih besar 6,2 dari sebelumnya magnitudo 5,9 pada Kamis (14/1/2021). Gempa kedua berdampak lebih merusak dan lebih luas cakupan dampaknya," katanya.

Daryono mencontohkan, jika kondisi bangunan dampak gempa kemarin sudah mengalami retak-retak atau rusak sebagian, maka dengan terjadinya gempa yang lebih kuat ini dapat berdampak merusak lebih parah.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2