get app
inews
Aa Text
Read Next : Buntut Viral Napi Korupsi Keluyuran ke Kafe di Kendari, Karutan hingga Sipir Diperiksa

Bendungan Ladongi, Bendungan Pertama di Sultra

Jumat, 06 November 2020 - 09:00:00 WIB
Bendungan Ladongi, Bendungan Pertama di Sultra
Ditjen SDA Kementerian PUPR berupaya mempercepat penyelesaian Bendungan Ladongi di Sultra agar dapat segera dimanfaatkan. (Foto: Ditjen SDA).

JAKARTA, iNews.id - Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur merupakan bendungan pertama yang dibangun di Sulawesi Tenggara (Sultra). Bendungan ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari.

Kepala BWS Sulawesi IV Kendari Haeruddin C Maddi mengatakan, Bendungan Ladongi nantinya dapat menampung air 45 juta meter kubik yang akan mengairi daerah irigasi existing seluas 2.212 hektare (Ha) dan daerah irigasi pengembangan seluas 1392 Ha.

Selain itu, Bendungan Ladongi juga akan memasok air baku sebesar 0,12 meter kubik per detik untuk Kecamatan Ladongi dan Kecamatan Tirawuta, juga untuk pengendalian banjir, PLTMH sebesar 1365 KWH dan objek pariwisata di Kabupaten Kolaka Timur.

Bendungan Ladongi juga memiliki keunikan yaitu Bendungan Pertama di Indonesia yang berdiri di atas batuan metamorf. Batuan jenis ini merupakan bebatuan yang sangat rentan (rapuh) bila terkena sinar matahari dan udara, sehingga fondasi suatu bangunan bisa lemah.

“Untuk mengatasinya, BWS Sulawesi IV Kendari pun melakukan beberapa rekayasa teknik pada beberapa bagian bendungan yang telah disetujui oleh Komisi Keamanan Bendungan, seperti grouting, concrete protection, dan masih banyak lagi. Jadi, tantangan tersebut dapat terselesaikan dengan aman,” kata Haeruddin.

Editor: Zen Teguh

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut