Belalang Kembara Mengamuk dan Rusak Pertanian di Kahali Sumba Timur

Dionisius Umbu Ana Lodu · Rabu, 06 Januari 2021 - 21:31:00 WIB
Belalang Kembara Mengamuk dan Rusak Pertanian di Kahali Sumba Timur
Belalang kembara atau Locusta Migratoria mengamuk dan merusakan pertanian di Kecamatan Katala Hamu Lingu (Kahali), Kabupaten Sumba Timur, NTT. (Foto: iNews/Dionisius Umbu Ana Lodu)

SUMBA TIMUR, iNews.id Belalang kembara atau Locusta Migratoria mengamuk di Kecamatan Katala Hamu Lingu (Kahali), Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Serangan hama ini merusak pertanian padi di sawah dan ladang.

Warga pun dibuat panik dan hanya bisa pasrah dengan serangan belalang tersebut selama tiga hari terakhir. Apalagi, serangan ini juga terjadi di beberapa wilayah.

"Tidak hanya di Desa Mandahu, saya dapat informasi di empat desa lain yakni Kombapari, Lailara, Matawai Amahu dan juga desa Praibakul juga diserang belalang," kata Anton Baka Emang, warga Dusun Reti Pakadu, Desa Mandahu, Rabu (6/1/2021). 

Belalang kembara atau Locusta Migratoria mengamuk dan merusakan pertanian di Kecamatan Katala Hamu Lingu (Kahali), Kabupaten Sumba Timur, NTT. (Foto: iNews/Dionisius Umbu Ana Lodu)
Belalang kembara atau Locusta Migratoria mengamuk dan merusakan pertanian di Kecamatan Katala Hamu Lingu (Kahali), Kabupaten Sumba Timur, NTT. (Foto: iNews/Dionisius Umbu Ana Lodu)

Anton mengaku hanya bisa pasrah karena satu hektare padi miliknya dan keluarga yang berusia lebih dari sebulan, rusak oleh serangan belalang. Mereka sudah mencoba menghalau, tapi tidak berhasil.

"Kami sudah coba halau juga, tapi tak kuasa untuk melawan kawanan belalang," ujar Anton.

Sekretaris Camat Kahali Marthen Umbu Kaleka yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Camat setempat membenarkan serangan hama belalang kembara itu. Warga dan juga petugas telah berupaya maksimal, namun serangan belalang dan dampak kerusakannya tak bisa dihindari.

Dia menyebutkan, sampai sekarang memang belum ada data pasti total luasan areal sawah dan ladang yang ditanami padi dan jagung yang terdampak serangan belalang. Pihak kecamatan masih terus mendata dari para warga. 

"Untuk desa Kombapari saja, sementara terdata 14 kepala keluarga yang lahan padi dan jagungnya menjadi korban ganasnya belalang," ujarnya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2