Bea Cukai Banten Musnahkan Jutaan Batang Rokok-Ribuan Botol Miras Ilegal Senilai Rp13,8 M

Mahesa Apriandi ยท Rabu, 04 November 2020 - 16:20:00 WIB
Bea Cukai Banten Musnahkan Jutaan Batang Rokok-Ribuan Botol Miras Ilegal Senilai Rp13,8 M
Alat berat bersiap melindas jutaan batang rokok dan ribuan botol minuman keras (miras) ilegal bernilai Rp13,8 miliar di Lapangan Terminal Multipurpose PT IKPP Merak Mas, Kota Cilegon, Banten, Rabu (4/11/2020). (Foto: iNews/Mahesa Apriandi)

CILEGON, iNews.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Banten bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten memusnahkan jutaan batang rokok dan ribuan botol minuman keras (miras) ilegal bernilai Rp13,8 miliar. Pemusnahan dilaksanakan di Lapangan Terminal Multipurpose PT IKPP Merak Mas, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, Rabu (4/11/2020).

Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten, Mohammad Aflah Farobi mengatakan, barang yang dimusnakan yakni sebanyak 12.590.968 batang rokok, 255 bungkus tembakau iris, 152 karton tembakau, 1.256 botol minuman beralkohol eks impor, 4.920 liter minuman beralkohol tradisional jenis ciu dan 996 barang campuran. Barang tersebut merupakan hasil penindakan kepabeanan dan cukai Kantor Wilayah DJBC Banten.

“Perkiraan nilai barang tersebut kurang lebih sebesar Rp13,8 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp8,2 miliar. Di samping kerugian materiel, terdapat juga kerugian immateriel berupa dampak kerusakan kesehatan masyarakat, dampak gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat yang dapat diminimalisir serta dapat merusak industri dalam negeri,” ujar Mohammad Aflah Farobi.

Selain itu, terdapat pula barang rampasan negara yang berasal dari tindak pidana kepabeanan dan cukai yang telah mendapatkan keputusan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) untuk dimusanahkan yang dikelola Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang sebanyak 815.880 batang rokok ilegal.

Kemudian, yang dikelola Kejari Pandeglang berupa 97.245 batang rokok ilegal, 798,5 kilogram tembakau iris ilegal serta perlengkapan pembuatan rokok.

"Total barang mencapai Rp1 miliar dan potensi kerugian negara mencapai Rp500 juta,” ujarnya.

Dia menuturkan, penyelesaian kasus rokok, minuman beralkohol dan barang campuran yang dicegah pejabat Bea dan Cukai karena berasal dari tindak pidana yang pelakunya tidak dikenal, telah ditetapkan sebagai barang milik negara (BMN). Peruntukannya ditetapkan untuk dimusnahkan.

“Berdasarkan surat keputusan dari Kementerian Keuangan tentang Persetujuan Pemusnahan Barang yang menjadi milik negara, maka Kantor Wilayah DJBC Banten segera melakukan tindak lanjut untuk memusanahkan BMN. Pemusanahan tersebut merupakan bukti komitmen kami mengawasi dan menekan peredaran rokok ilegal dan mengamankan hak yang menjadi potensi penerimaan keuangan negara,” katanya.

Editor : Maria Christina