Banjir Rob Kembali Genangi Pemukiman Warga Pesisir Kota Waingapu NTT

Dionisius Umbu Ana Lodu · Jumat, 30 April 2021 - 15:35:00 WIB
 Banjir Rob Kembali Genangi Pemukiman Warga Pesisir Kota Waingapu NTT
Banjir Rob melanda warga pesisir Waingapu, NTT. Foto: Dionisius Umbu Ana Lodu

SUMBA TIMUR, iNews.id Banjir rob kembali menerjang dan menggenangi permukiman warga di pesisir Pantai Pamalala dan Manubara, Kelurahan Kemala Putih, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT. Menurut warga, banjir rob  telah terjadi dalam tiga hari terakhir, air mulai naik dan menggenangi pemukiman sekitar 11:00 Wita.

“Ini naik begini sudah tiga hari terakhir. Nanti sekitar jam satu siang baru mulai surut. Ya kami hanya bisa pasrah saja, mau bagaimana lagi? Banjir begini setiap tahun pasti terjadi di sini, masuk ke dalam rumah bahkan kamar kami,” kata Arzat Mandor, soerang warga di pesisir Pantai Manubara yang ditemui, Jumat (30/4/2021).

Ketika ditemui, Arzat masih sibuk menaikkan sejumlah barang ke salah satu pohon di dekat rumahnya. Dia selalu berharap agar esok banjir tidak datang lagi. Dirinya bahkan berharap adanya solusi atau bantuan dari instansi pemerintah.

"Semoga pemerintah sekarang bisa bantu kami, agar nanti tidak lagi begini. Saya harap dan yakin mereka bisa, apalagi yang lalu pemerintah sempat datang tinjau – tinjau ke sini,” katanya.

Kondisi serupa terjadi di Pesisir Pamalala, yang masih berada dalam Kelurahan Kemala Putih.  Sejumlah warga nampak berupaya menghalau air laut agar tidak terlalu banyak menggenangi dan masuk ke dalam rumah. 

Sementara di sisi lain, tampak anak–anak dengan polosnya bermain dan berenang di genangan air, sekalipun air keruh kecokelatan dan dijejali aneka sampah yang didominasi jenis sampah plastik.

“Kalau sudah naik bisa masuk sampai dapur dan kamar. Kadang kami pergi kerja, pas pulang rumah sudah becek dan barang – barang basah. Yaa.. mau bagaimana lagi?,” ujar John Padi, warga lainnya.

Diakui John, selain rumahnya, sekitar belasan rumah di sekitarnya setiap tahun harus berhadapan dengan kondisi serupa. Merespons kondisi ini, Keluarga besar Gereja Kristen Sumba (GKS) Cabang Manubara, mendirikan dapur umum untuk menyediakan dan membagikan konsumsi kepada warga yang terdampak banjir rob itu.

“Sementara kami siapkan 150 bungkus untuk kami bagikan. Nanti bisa ditambah lagi tergantung kondisi sebentar saat tim ke lokasi. Ini akan berlanjut sampai nanti banjir tidak lagi genangi rumah – rumah warga atau saat mereka sudah bisa kembali memasak di dapur masing – masing,” kata Melin Yusuf, Koordinator Kepala Rumah Tangga GKS manubara didampingi Yoneka Fallo, anggota majelis GKS.

Editor : Erwin Sihombing