Banjir di Polewali Mandar Makin Parah, Anak-Anak Dievakuasi Dini Hari

Huzair Zainal ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 11:18 WIB
Banjir di Polewali Mandar Makin Parah, Anak-Anak Dievakuasi Dini Hari
Warga menerjang banjir yang menutupi ruas jalan di Kabupaten Polewali Mandar, Sultra, Jumat dini hari (22/5/2020). (Foto: iNews.id/Febriyono Tamenk)

POLEWALI MANDAR, iNews.id - Banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), semakin parah karena hujan terus turun, sejak Kamis (21/5/2020) hingga Jumat (22/5/2020) dini hari. Banjir meluas di Kecamatan Polewali dan Kecamatan Biuang.

Banyak warga yang terjebak di rumahnya karena ketinggian banjir terus meningkat, terutama di Kelurahan Lantora. Warga yang tinggal di bantaran sungai merasa ketakutan akibat luapan sungai yang kian deras.

Sejumlah anak kecil yang rumahnya berada di bantaran sungai bahkan harus dievakuasi oleh warga ke tempat aman, Juamt dini hari tadi. Sebagian warga juga mengungsi ke rumah-rumah warga yang aman dari banjir.

Selain di Kelurahan Lantora dan Sulewatang, Kabupaten Polewali Mandar, banjir juga menerjang permukiman di Desa Mammi, Kecamatan Binuang. Warga waswas dan bersiap-siap untuk mengungsi jika kondisi lebih parah.

Banjir tak hanya merendam ratusan rumah dengan ketinggian hampir 40 centimeter hingga 1 meter, tapi juga mengakibatkan sejumlah ruas jalan utama terendam. Sejumlah pengendara yang memaksa melewati arus air yang deras, akhirnya terjebak banjir di tengah jalan.

Warga mengaku, baru kali ini banjir cukup parah jika dibandingkan dalam lima tahun terakhir. Warga di dua kecamatan ini memang sejak dulu berlangganan. Namun, mereka tidak menyangka tahun ini menjadi yang terburuk.

"Ini banjir yang paling parah dalam lima tahun ini. Kami harus mengungsi karena kondisinya makin parah dan menunggu sampai kondisi aman," kata Darmawati, korban banjir.

Hingga Jumat pagi, petugas gabungan masih terus memantau kondisi banjir di beberapa titik di dua kecamatan di Polewali Mandar. Belum diketahui pasti adanya korban jiwa akibat bencana ini.


Editor : Maria Christina