Banjir Bandang Lebak Dipicu Tambang Ilegal, Jokowi: Tindak Tegas Penambang Liar!

Antara ยท Selasa, 07 Januari 2020 - 16:08 WIB
Banjir Bandang Lebak Dipicu Tambang Ilegal, Jokowi: Tindak Tegas Penambang Liar!
Presiden Jokowi mengunjungi korban banjir bandang di Lebak, Banten. (Foto: Antara)

LEBAK, iNews.id - Presiden Joko Widodo menyebut, banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten akibat kegiatan penambangan emas ilegal di hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Secara tegas, Jokowi meminta kepada Gubernur Banten agar menghentikan kegiatan penambangan emas ilegal di hutan Gunung Halimun Salak yang merupakan hulu dari Sungai Ciberang itu.

"Kami minta pelaku penambang emas liar ditindak tegas," kata Jokowi saat meninjau lokasi pengungsian di Desa Banjar Irigasi Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (7/1/2020).

BACA JUGA: Banjir Bandang Lebak Banten, Korban Tewas 9 Orang, 17.200 Warga Mengungsi

Menurut Jokowi, penambangan ilegal itu harus dihentikan karena hanya menguntungkan segelintir orang, namun ribuan orang yang dirugikan harus merasakan derita.

"Kami minta ke depan tidak ada lagi penambang emas ilegal di kawasan TNGHS itu," kata Jokowi yang didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menkes Terawan, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

BACA JUGA: Bupati Lebak Kewalahan 30 Jembatan Putus Akibat Banjir Bandang

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang dan longsor di Lebak membuat lebih dari 10 ribu warga dari 6 kecamatan di Lebak mengungsi. Jumlah korban tewas hingga kini mencapai 10 orang.

Enam kecamatan yang terdampak adalah Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Curug Bitung, Maja dan Kecamatan Cimarga.


Editor : Reza Yunanto