Banjir Bandang di Lebak, 19 Bangunan Sekolah Rusak Berat

Iskandar Nasution, Antara ยท Rabu, 08 Januari 2020 - 11:12 WIB
Banjir Bandang di Lebak, 19 Bangunan Sekolah Rusak Berat
Lumpur memenuhi area bangunan SMP Negeri 1 Lebak Gedong di Desa Ciladaheun, Kabupaten Lebak, Banten, akibat banjir, Senin (6/1/2020). (Foto: Antara)

LEBAK, iNews.id - Banjir bandang di Kabupaten Lebak, Banten, mengakibatkan 19 bangunan sekolah rusak berat. Seluruh bangunan tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Kaprawi mengatakan, bangunan sekolah yang rusak berat antara lain SMPN 1 Lebak Ggedong, SMPN 2 Lebak Gedong, SMPN 3 Lebak Gedong, dan SMPN 4 Lebak Gedong.

Kemudian, bangunan SDN 1 Banjarsari, SDN 2 Banjarsari, SDN 1 Lebak Situ, SDN Ciladaeun, PAUD TK Raudhatul Hasanah Sajira, TK Ummul Quro, dan TK KB Cahaya Gemilang Kecamatan Curugbitung. Selanjutnya, PAUD Mitra Candikia, KB Alfatah Curugbitung, PAUD Cempaka Curugbitung, dan KB Talaga Warna Cipanas.

“Sebagian besar gedung sekolah yang rusak berat dan hanyut berada di Kecamatan Lebak Gedong,” kata Kaprawi di Lebak, Rabu (8/1/2020).

 

BACA JUGA:

Ratusan Korban Banjir Bandang di Lebak Ditemukan di Hutan, Kondisinya Memprihatinkan

Banjir Bandang Lebak Dipicu Tambang Ilegal, Jokowi: Tindak Tegas Penambang Liar!

 

Kaprawi mengatakan, semua gedung sekolah yang rusak berat sudah dilaporkan ke pemerintah daerah. Masyarakat berharap pemerintah segera membangun sekolah darurat.

“Kita berharap setelah masa tanggap bencana berakhir bisa dibangunkan sekolah darurat agar anak-anak bisa belajar,” kata Kaprawi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, kerusakan bangunan sekolah mengakibatkan 1.253 siswa tidak bisa mengikuti kegiatan belajar. Siswa yang sekolahnya terdampak bencana alam diliburkan sementara sampai 12 Januari 2020.

“Kami berharap pekan depan sekolah darurat sudah bisa didirikan supaya anak-anak bisa mengikuti kegiatan belajar,” kata Wawan.

Diketahui, bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lebak menyebabkan 10 meninggal dunia. Bencana itu juga mengakibatkan kerusakan gedung sekolah dan rumah-rumah warga.

Selain itu, ratusan warga korban banjir bandang harus menyelamatkan diri dengan naik ke bukit dan hutan. Mereka hanya membawa perbekalan seadanya. Selama berada di hutan, mereka memilih bertahan dan takut untuk pulang ke kampung. Warga khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ditambah banyaknya rumah yang rusak diterjang bencana tersebut.


Editor : Maria Christina