Banjir Bandang dan Longsor di Lebak Banten, Kerugian Capai Rp16,8 Miliar

Iskandar Nasution, Antara ยท Minggu, 15 Desember 2019 - 03:05 WIB
Banjir Bandang dan Longsor di Lebak Banten, Kerugian Capai Rp16,8 Miliar
Sejumlah warga melintasi permukiman yang rusak terdampak banjir bandang di Kampung Panggeleseran, Desa Citorek Kidul, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (8/12/2019). (Foto: Antara)

LEBAK, iNews.idBanjir bandang dan longsor yang menerjang Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, belum lama ini, menimbulkan kerugian besar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak mencatat, nilai kerugian mencapai Rp16,8 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan, kerugian tersebut akibat kerusakan rumah, infrastruktur jembatan dan jalan di 11 desa yang terdapat di Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Bayah. Namun, bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Kerugian itu sudah dilaporkan ke Bupati untuk penanganan selanjutnya,” ujar Kaprawi di Lebak, Sabtu (14/12/2019).

Kaprawi mengatakan, pendataan kerugian akibat bencana alam tersebut hingga kini masih dalam penghitungan. Bahkan, kemungkinan jumlahnya bertambah hingga di atas Rp16,8 miliar.

Pasalnya, bencana alam itu melanda 11 desa dengan jumlah 265 kepala keluarga (KK) dan 1.325 jiwa diantaranya kehilangan rumah. Selain itu juga sebanyak 261 rumah mengalami kerusakan ringan dan berat.

Kerugian juga berasal dari kerusakan areal pertanian dan peternakan budidaya ikan tawar. Seharusnya warga sudah saatnya panen, namun akhirnya gagal akibat bencana alam tersebut.

“Karena itu kami yakin kerugian akibat bencana itu bisa bertambah. Sebab, banyak rumah penduduk yang rusak, jembatan permanen yang rusak, dan juga jembatan gantung yang terputus,” katanya.


Editor : Maria Christina