32 Mahasiswa UIN Banten Terjebak Longsor dan Banjir Bandang di Lebak

Iskandar Nasution ยท Senin, 09 Desember 2019 - 09:05 WIB
32 Mahasiswa UIN Banten Terjebak Longsor dan Banjir Bandang di Lebak
Sejumlah mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten yang berjalan kaki untuk keluar dari dalam desa yang terdampak banjir bandang dan longsor. (Foto: iNews/Iskandar Nasution)

LEBAK, iNews.id – Sedikitnya 32 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten terjebak saat bencana banjir bandang dan longsor melanda Kampung Ciusul, Citorek, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (6/12/2019). Mereka sempat terisolasi hingga akhirnya dapat keluar desa dengan melintasi longsoran dan naik turun gunung pada Senin (9/12/2019).

Seorang mahasiswa UIN SMH Banten Tufatul Anam mengatakan, kedatangan mereka ke pedesaan setempat untuk penelitian sebagai bagian tugas perkuliahan. Namun saat berada di perkampungan warga, banjir bandang terjadi.

“Rombongan kami ada 32 orang. Sudah sejak Rabu (4/12) kami ada di desa tersebut sampai terjadi banjir,” ujarnya, Senin (9/12/2019).

BACA JUGA: Terjebak 2 Hari dalam Lubang Galian, 9 Penambang di Lebak Dievakuasi Selamat

Karena kondisi jalan putus dan tak memungkinkan dilewati kendaraan, para mahasiswa ini pun harus berjalan kaki menembus areal longsoran untuk mengevakuasi diri. Kondisi mereka kelelahan dan sempat panik, namun kini sudah aman.

“Jadi kami jalan kaki memutar sejauh 4 kilometer. Kami lewati lokasi longsoran penuh lumpur hampir setinggi paha. Ini rombongan pertama, masih ada teman-teman kami yang lain di belakang dan belum sampai,” katanya.

Sebelumnya, bencana banjir bandang dan longsor menerjang wilayah Kecamatan Citorek, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (6/12/2019). Ratusan rumah warga terendam, tiga jembatan dilaporkan rusak dan terjadi longsor di sejumlah titik. Hingga saat ini petugas kemanusiaan masih di lokasi untuk membantu masyarakat.


Editor : Donald Karouw