Banjir Bandang Buat Petani Ikan di Lebak Gagal Panen, Kerugian Mencapai Puluhan Juta

Iskandar Nasution ยท Sabtu, 07 Desember 2019 - 12:21 WIB
Banjir Bandang Buat Petani Ikan di Lebak Gagal Panen, Kerugian Mencapai Puluhan Juta
Warga berusaha menyelamatkan ikan di keramba mereka di badan Sungai Cimadur usai banjir bandang menerjang Lebak, Jumat (6/12/2019). (Foto: iNews/Iskandar Nasution)

LEBAK, iNews.id – Banjir bandang yang menerjang Lebak, Banten pada Jumat (6/12/2019) tak hanya merendam ratusan rumah dan memutus sejumlah jembatan di dua kecamatan. Banjir juga menyebabkan petani ikan keramba gagal panen di Desa Citorek.

Menurut pantauan pada Sabtu (7/12/2019) pagi, sejumlah warga berusaha menyelamatkan ikan mas di keramba yang mengapung di Sungai Cimadur. Sayang sebagian besar ikan milik warga yang sudah memasuki masa panen tak bisa diselamatkan. Ikan-ikan milik warga tersebut ada yang mati di dalam keramba dan ada yang hanyut terbawa banjir.

Seorang warga menceritakan bahwa awalnya kawasan tersebut hanya diguyur hujan gerimis. Namun hujan semakin deras memasuki waktu malam hari. Hingga banjir bandang kemudian menerjang Sungai Cimadur.

BACA JUGA: Dilanda Hujan Lebat, 2 Kecamatan di Lebak Terendam Banjir

“Semua keramba ini rusak karena banjir, ikan mas banyak yang terendam lalu mati dan banyak juga yang hanyut. Jelas rugi karena masyarakat Citorek sebagian besar berprofesi sebagai petani ikan. HIngga kini belum ada bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya dua sungai di Lebak yaitu Sungai Cisantayan dan Sungai Cimadur meluap menyebabkan banjir bandang. Kawasan tersebut dilaporkan diguyur hujan lebat dari sore hingga malam hari.

BACA JUGA: Puluhan Ton Ikan Mas di Waduk Darma Kuningan Mati, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah

Ratusan rumah terendam dan sejumlah jembatan di Lebak dilaporkan terputus akibat kejadian ini. Warga pun diketahui mulai mengungsi.

Hujan lebat di kawasan Lebak juga mengakibatkan akses ke objek wisata negeri di atas awan di Citorek Kidul terputus. Tanah longsor menutup jalan ke objek wisata itu. Kecamatan Bayah dan Kecamatan Cibeber terdampak paling parah atas kejadian ini.


Editor : Rizal Bomantama