Banjir 2 Meter di Lombok Tengah Rendam Ribuan Rumah, Warga Dievakuasi

Ema Widiawati ยท Jumat, 29 Mei 2020 - 15:55 WIB
Banjir 2 Meter di Lombok Tengah Rendam Ribuan Rumah, Warga Dievakuasi
Warga Praya Timur, Lombok Tengah menjemur kasur dan peralatan rumah tangga lainnya akibat terendam banjir 2 meter. (Foto: iNews/Ema W)

PRAYA TIMUR, iNews.id - Ribuan rumah di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) terendam banjir setinggi dua meter, Jumat (29/5/2020). Akibat banjir tersebut, warga yang terdampak bencana dievakuasi dan diungsikan ke rumah tetangga yang berada di dataran lebih tinggi.

Banjir setinggi dua meter itu terjadi setelah wilayah Praya Timur diguyur hujan deras sejak Kamis (28/5/2020) malam hingga Jumat pagi. Akibatnya, air sungai meluap dan merendam ribuan rumah.

Dari video amatir terlihat air setinggi dua meter menggenangi rumah. Warga yang terdampak banjir segera dievakuasi oleh petugas dengan dibantu warga lainnya.

Camat Praya Timur, Lalu Fathulrahman mengatakan, ada empat desa yang terdampak banjir yaitu, Landah, Sengkerang, Beleke, dan Ganti. Dari keempat desa itu, daerah yang paling parah dilanda banjir yakni, Desa Sengkereng.  

“Di Desa Sengkerang ini ada dua rumah warga yang roboh dan empat rumah rusak parah, serta puluhan rumah lainnya rusak ringan akibat banjir. Sementara untuk desa dengan jumlah kepala keluarga yang terdampak paling banyak ada di Desa Landah dengan total 800 KK lebih,” katanya.

Dia menjelaskan, petugas masih mendata warga yang terdampak dan segera menyalurkan bantuan logistik. “Warga terdampak diungsikan ke rumah tetangga yang berada di dataran lebih tinggi. Banjir kali ini merupakan banjir terparah,” katanya.

Warga Praya Timur, Suryani menuturkan, air tiba-tiba naik ke rumah sekitar pukul 19.00 Wita seusai shalat magrib. “Kami sekeluarga panik, lalu dievakuasi petugas. Barang-barang di rumah semuanya ikut terendam,” ujarnya.

Saat ini, warga mulai membersihkan rumah mereka dari air bercampur lumpur yang masuk ke dalam rumah sambil mengais harta benda yang masih tersisa.


Editor : Kastolani Marzuki