Balita Tewas Dianiaya di Agam, Polisi Amankan Ibu Tiri dan Ayah Kandung

Wahyu Sikumbang ยท Jumat, 20 Maret 2020 - 17:00 WIB
Balita Tewas Dianiaya di Agam, Polisi Amankan Ibu Tiri dan Ayah Kandung
Balita berusia 3,5 tahun di Kabupaten Agam, Sumbar tewas diduga dianiaya ibu tiri dan ayah kandung. (Foto: iNews/Wahyu Sikumbang)

AGAM, iNews.id – Petugas Satreskrim Polres Agam, Sumatera Barat bergerak cepat menangani kasus dugaan penganiayaan terhadap balita berusia 3,5 tahun hingga tewas. Petugas mengamankan tiga orang yang diduga mengetahui aksi penganiyaan tersebut, Jumat (20/3/2020).

Ketiganya yakni, Husin (24) ayah kandung korban, Rika (26) ibu tiri, dan Rahmi Yanti (17) tante korban. Namun, polisi belum menetapkan status tersangka kepada ketiga warga Jorong Guguak Tinggi, Nagari Guguak Tabek Sarojo, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso mengatakan, kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia terungkap saat ibu kandung korban Liza Hayati (25) melaporkan penganiayaan yang dialami anaknya hingga mengakibatkan korban tak sadarkan diri ke polisi,16 Maret 2020 lalu.

Dugaan penganiayaan yang terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2020 menyebabkan korban Alifa kejang-kejang. Ibu korban yang mendapati anaknya dalam kondisi mengenaskan langsung membawa korban ke Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi.

Petugas medis instalasi gawat darurat RS Yarsi menemukan luka memar di sekujur tubuh korban. Dokter kemudian merujuk korban Alifa ke RSUD doketr Achmad Mochtar Bukittinggi karena korban diduga mengalami kekerasan dan pendarahan pada otak.

Korban sempat dirawat di ruang recovery room dalam keadaan tak sadarkan diri selama lima hari hingga akhirnya meninggal dunia, Kamis (19/3/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Benar, Polres Bukittinggi mengamankan salah satu satu orang yang diduga pelaku penganiayaan terhadap putrinya sendiri yang berusia 3,5 tahun. Terduga ini terungkap melakukan penganiyaan pada tanggal 15 maret, korban dilarikan ke RSUD Achmad Mochtar kemudian lima hari dirawat di sana dan kemarin sore tanggal 19 Maret putrinya yang berumur 3,5 tahun ini meninggal dunia. Jadi kobran ini tinggal satu atap bersama bapaknya dan istri kedua atau ibu tiri korban,” katanya, Jumat (20/3/2020).

Untuk megungkap penyebab kematian korban, polisi membawa jasad korban Alifa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar di Kota Padang untuk diautopsi. “Jasad korban sudah dibawa untuk diautopsi,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki