Balita di Agam Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri dan Ayah karena Pipis di Celana

Wahyu Sikumbang ยท Jumat, 20 Maret 2020 - 16:08:00 WIB
Balita di Agam Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri dan Ayah karena Pipis di Celana
Balita berusia 3,5 tahun di Kabupaten Agam, Sumbar tewas diduga dianiaya ibu tiri dan ayah kandung. (Foto: iNews/Wahyu Sikumbang)

AGAM, iNews.id – Balita berusia 3,5 tahun di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), tewas dengan kondisi luka memar di sekujur tubuh. Balita bernama Alifa itu diduga dianiaya ibu tiri dan ayah kandung hanya gara-gara pipis di celana.

Korban sempat dirawat di rumah sakit selama lima hari setelah kejang-kejang dan koma akibat luka parah yang dialaminya. Nahas, korban akhirnya mengembuskan napas terakhir, Kamis (19/3/2020) sore.

Ibu kandung korban, Liza Hayati (25) warga Jorong Guguak Tinggi, Nagari Guguak Tabek Sarojo, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam menuturkan, sebelum tewas Alifa sempat dirawat selama lima hari dalam keadaan koma tak sadarkan diri di Ruang Recovery Room Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Achmad Mochtar Bukittinggi.

Menurut liza, kejadian berawal pada Sabtu (14/3/2020) lalu, saat ayah Alifa Husen yang juga mantan suaminya menghubunginya. Ayah korban mengatakan Alifa kejang-kejang di rumah tukang urut.

Liza pun datang ke rumah yang disebutkan Husen dan mendapati Alifa kejang-kejang.
Dia lalu membawa Alifa ke RS Yarsi Kota Bukittinggi, namun dokter merujuk Alifa ke RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi, karena Alifa diduga mengalami kekerasan dan pendarahan pada otak.

"Kata dokter ini ada kekerasan dan pendarahan di otak, sejak kejang-kejang tidak sadarkan diri 5 hari sampai meninggal. Semoga orang yang menganiaya anak saya ditangkap polisi," ujar Liza sambil menangis, Kamis (19/3/2020) malam.

"Anak saya sejak ikut ibu tirinya, sering dipukuli sama ibu tirinya. Sebelum koma dan kejang-kejang, anak saya dipukul karena pipis di celana," ujar Lisa.

Kasus dugaan penganiayaan yang dialami Alifa sudah dilaporkan Liza ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bukittinggi, Senin 16 Maret lalu.

Editor : Kastolani Marzuki