Bakamla Amankan 19 PMI Ilegal dari Malaysia di Jalur Tikus Tanjung Sauh Batam

Rizki Maulana ยท Minggu, 10 Mei 2020 - 02:33 WIB
Bakamla Amankan 19 PMI Ilegal dari Malaysia di Jalur Tikus Tanjung Sauh Batam
Petugas Bakamla mendata PMI ilegal yang diamankan di Perairan Tanjung Sauh, Batam, Sabtu (9/5/2020) dini hari. (Foto: Puspen TNI).

BATAM, iNews.id – Badan Keamanan Laut (Bakamla) kembali mengamankan sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang pulang kembali ke Indonesia melalui pelabuhan tidak resmi di wilayah Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (9/5/2020). Mereka mencoba menerobos lewat hutan bakau.

Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Bakamla Laksma Bakamla Eko Murwanto mengatakan, pengamanan ini berkat kerja sama dengan beberapa pihak, antara lain Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Malaysia.

Mereka terdiri atas 17 pria dan 2 perempuan, termasuk bocah laki-laki berusia 2 tahun. Para PMI illegal ini tepergok Satgas Operasi Lintas Batas Bakamla RI di kawasan hutan bakau Tanjung Sauh.

“Pengamanan PMI ilegal ini berawal dari informasi yang diberikan oleh petugas APMM Kolonel Mohd Zul Fadeli bin Nayan pada Jumat kemarin pukul 20.00 waktu setempat. Dari hasil pantauan radar, diinformasikan adanya boat dari Indonesia yang memasuki perbatasan, diduga akan melakukan mobilisasi PMI illegal,” kata Eko, Sabtu (9/5/2020).

Menerima info tersebut, Satgas segera melakukan tindakan antisipasi penyekatan di sejumlah titik masuk. Sabtu tengah malam pukul 01.00 WIB, Satgas memantau siluet boat dari arah Malaysia. Tanda ini sesuai dengan informasi dari APMM.

“Satgas segera melakukan intersep. Boat yang mengetahui kedatangan Satgas langsung melarikan diri dan dilakukan pengejaran oleh Satgas. Tekong atau nahkoda boat tersebut diasumsikan sebagai masyarakat setempat karena sangat memahami jalur tikus di perairan Batam,” ujarnya

Sesaat Satgas sempat kehilangan jejak, namun target terperangkap di hutan bakau Tanjung Sauh. Kawasan ini merupakan tempat tumbuh karan dan dikenal sebagai perairan dangkal.

Akhirnya PMI ilegal berhasil ditemukan di hutan bakau Tanjung Sauh tersebut. Saat boat diamankan, nahkoda tidak ditemukan karena melarikan diri. Selanjutnya, Satgas membawa PMI ke pangkalan dan menghubungi Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Dari hasil rapid test yang dilakukan oleh Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan, tidak ditemukan PMI yang reaktif. Selanjutnya PMI diserahkan oleh Dansatgas Garda Lintas Batas Bakamla RI ke Satgas Covid-19 Pemko Batam untuk dilakukan karantina di Rusunawa Tanjung Uncang.

Kepala Bakamla Laksdya TNI Aan Kurnia mengapresiasi kerja sama dengan pihak APMM dan juga kinerja satuannya dalam melaksanakan tugas operasi yang digelar Bakamla.

“Sampai saat ini TNI, Polri, dan Bakamla telah berhasil mengamankan 427 orang PMI ilegal yang mencoba memasuki Indonesia melalui pelabuhan tikus. Kerja sama yang solid dengan semua pihak termasuk partner APMM merupakan salah satu key success faktor yang penting dari operasi pengamanan kepulangan PMI dari Malaysia,” ujar Aan.


Editor : Zen Teguh