Ayah Bunuh Bayi di Way Kanan karena Kesal Ditolak Istri Berhubungan Badan

Andres Afandi ยท Kamis, 13 Agustus 2020 - 01:00 WIB
Ayah Bunuh Bayi di Way Kanan karena Kesal Ditolak Istri Berhubungan Badan
Petugas PPA Polres Way kanan menangkap KW ayah yang tega membunuh bayinya. (Foto: iNews/Andres Afandi)

WAY KANAN, iNews.id – Pria berinisial KW (20) warga Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Lampung ditahan polisi karena diduga mencekik bayinya hingga tewas. Pelaku tega membunuh anaknya yang baru berusia 40 hari itu karena kesal sang istri menolak saat diajak berhubungan badan.

Peristiwa memilukan ini terjadi Minggu (9/8/2020) malam lalu dan sontak membuat geger warga. Mereka tak mengira pelaku KW yang sehari-hari dikenal berprilaku baik ini tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang baru 40 hari dilahirkan.

Kronoligi peristiwa keji yang dilakukan pelaku KW ini diperagakan langsung oleh sang istri, ES (20) saat polisi menggelar olah tempat kejadian perkara di kediamannya, Rabu (12/8/2020). 

Berdasarkan pengakuan ES, perisitwa tragis itu berawal saat pelaku KW ditegur karena menciumi sang bayi sambil merokok di tempat tidur di dalam rumah.

Setelah itu, ES yang sedang membersihkan ikan terkejut mendengar anaknya menangis. Saat dilihat, suaminya sedang mencekik bayinya yang masih berumur 40 hari itu.

Es kemudian mengambil anaknya dari KW sambil memarahi pelaku. ES lalu menggendong bayinya sambil diberi asi. Pelaku KE kemudian mengajak istrinya berhubungan badan, namun ajakan pelaku ditolak ES karena masih dalam masa nifas dan baru 40 hari setelah melahirkan.

Mendengar penolakan ES, pelaku KW pun marah hingga tega membunuh anaknya dengan cara dipukul di dalam gendongan sang istri.

“Ayahnya itu marah karena istrinya nggak mau melayani. Soalnya kan masih nifas. Terus pelaku ini mukul anaknya yang lagi digendong istrinya,” kata tetangga korban, Kodri.

Kanit PPA Polres Way Kanan, Bripka Umar Dhani mengatakan, tersangka dijerat pasal 76c juncto Pasal 80 ayat 3 dan 4 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Kastolani Marzuki