ASN di Aceh yang Terima Gaji Ganda Belasan Tahun Dijerat UU Tipikor

Taufan Mustafa ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 22:00 WIB
ASN di Aceh yang Terima Gaji Ganda Belasan Tahun Dijerat UU Tipikor
Tersangka Said Zaki Mubarak digiring menuju tahanan Kejari Banda Aceh, Aceh, Rabu (22/1/2020). (Foto: iNews/Taufan Mustafa)

BANDA ACEH, iNews.id – Said Zaki Mubarak, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh tersangka kasus gaji ganda dengan menyalahgunakan surat izin tugas belajar sudah ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh di Rumah Tahan (Rutan) Kahju, Aceh Besar.

Tersangka Said Zakimubarak dijerat Pasal 2 juncto Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Kerugian negara akibat perbuatan tersangka atas nama Said Zaki Mubarak sebesar Rp375 juta, tepatnya Rp375.245.612. Terdakwa sudah mengembalikan sebesar Rp60 juta,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Banda Aceh, Iskandar, Kamis (23/1/2020).

Dia mengatakan, penyalahgunaan izin tugas pelajar di kalangan ASN ini juga melanggar ketentuan Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor SE/18/M.PAN/5/2004 tentang pemberian tugas belajar dan izin belajar bagi PNS.

BACA JUGA: ASN di Aceh Ditahan karena Terima Gaji Ganda dari 2 Pemerintah Daerah sejak 2006 

Iskandar mengungkapkan, tersangka menerima gaji dua kali sekaligus dari keuangan negara. Gaji pertama dia terima dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigli dan gaji kedua dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh.

“Said menerima gaji dari dua pemerintah daerah (pemda) itu karena memang dia resmi tercatat sebagai ASN atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sana. Dia terdata sebagai ASN di Rumah Sakit Umum Sigli sekaligus juga sebagai ASN di Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Aceh. Selama itu pula, dia telah merugikan negara sebesar Rp375 juta.

Iskandar mengatakan, tersangka mendapatkan gaji ganda dari keuangan pemerintah Aceh dengan menyalahgunakan surat izin tugas belajar dari dua instansi tempatnya bekerja. Surat izin tugas ini lah yang dijadikan sebagai alibi selama belasan tahun.

Iskandar menjelaskan, tersangka Said Zaki Mubarak awalnya ikut seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Pemkab Pidie pada 2006. Tersangka lulus dan bekerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie. Di tahun yang sama, tersangka juga mengikuti tes CPNS di Pemprov Aceh dan lulus di Dishub Aceh.

“Saat mengikuti seleksi CPNS di pemerintah provinsi, tersangka memalsukan surat pernyataan tidak atau bukan sebagai PNS,” kata Iskandar.

BACA JUGA: ASN di Aceh Dapat Gaji Ganda Belasan Tahun, Modusnya Ajukan Surat Izin Tugas Belajar

Iskandar mengatakan, untuk mengakali bekerja di dua instansi pemerintah daerah, tersangka mengajukan izin tugas belajar kepada Pemkab Pidie. Dengan surat izin tugas belajar tersebut, tersangka masuk kerja di Dishub Aceh. Selanjutnya, setelah izin tugas belajar selesai, tersangka mengajukan izin tugas belajar ke Dishub Pemprov Aceh.

Aksi tersangka yang berjalan mulus selama belasan tahun baru akhirnya terungkap setelah tidak mampu menyelesaikan tugas belajarnya, sesuai izin tugas belajar.

Saat ini, Kejari Banda Aceh telah menahan Said Zaki Mubarak di Rumah Tahanan Kelas II B Banda Aceh. Said ditahan sejak Rabu (22/1/2020), setelah menerima berkas dari kepolisian setempat. “Kami menahan tersangka setelah menerima berkas tahap dua dari Polda Aceh,” kata Iskandar.


Editor : Kastolani Marzuki