Asal-Usul Pencak Silat, Seni Bela Diri Tradisional Berkembang Pesat di Indonesia

Tati Rukmanah ยท Jumat, 16 September 2022 - 18:55:00 WIB
Asal-Usul Pencak Silat, Seni Bela Diri Tradisional Berkembang Pesat di Indonesia
Asal usul pencak silat mulanya diperkirakan menyebar di Kepulauan Nusantara sejak abad ke-10 Masehi. (Foto: iNews/Yuwono Wahyu)

SERANG, iNews.id - Asal usul pencak silat mulanya diperkirakan menyebar di Kepulauan Nusantara sejak abad ke-10 Masehi, namun belum dipastikan kapan persis asal mulanya. Pencak silat merupakan salah satu bela diri yang unsur-unsurnya meliputi pukulan, kuncian maupun tendangan. 

Pada 13 Desember 2019, pencak silat ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memajukan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. 

Dampak positif pencak silat yang diakui sebagai warisan budaya tak benda dunia merupakan mendapat pengakuan dunia internasional, memiliki peluang dipertandingkan dalam cabang olahraga di olimpiade dan menggali nilai budaya yang terkandung dalam silat.

Pencak silat sudah dikenal di berbagai negara selain Indonesia, contohnya Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina Selatan dan Thailand Selatan. 

Setiap daerah di Indonesia biasanya memiliki aliran pencak silat yang khas. Salah satunya, di daerah Jawa Barat yang terkenal, yaitu Cimande dan Cikalong. Sementara di Jawa Tengah terdapat aliran Merpati Putih. Kemudian di Jawa Timur ada aliran PSHT, Perisai Diri dan PSCP. 

Ingin tahu lebih lanjut asal usul pencak silat? Simak terus artikel ini. 

Sejarah dan Asal Usul Pencak Silat 

Asal usul kata silat belum begitu jelas. Indonesia menggunakan istilah pencak silat yang digunakan sejak 1948 guna mempersatukan berbagai aliran seni bela diri tradisional yang berkembang di Indonesia. 

Nama “pencak” digunakan di Pulau Jawa bagian tengah dan timur. Sedangkan “silat” digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan. 

Setelah semakin berkembang, istilah pencak saat ini lebih mengedepankan unsur seni serta penampilan keindahan pada gerakan, sedangkan silat, yakni inti ajaran bela diri dalam pertarungan. 

Nenek moyang bangsa Indonesia sebetulnya sudah memiliki cara pembelaan diri yang ditujukan untuk membela diri serta mempertahankan kehidupannya dari tantangan yang ada disekitar. 

Mereka menciptakan bela diri sebab menirukan gerakan binatang yang ada di alam sekitarnya, seperti gerakan kera, harimau, ular, atau burung elang. 

Editor : Kurnia Illahi

Bagikan Artikel: