Anak, Ayah, dan Ibu di Kendari Meninggal Berturut-Turut karena Covid-19

Febriyono Tamenk · Kamis, 03 September 2020 - 21:57:00 WIB
Anak, Ayah, dan Ibu di Kendari Meninggal Berturut-Turut karena Covid-19
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) dr La Ode Rabiul Awal. (iNews/Febriyono Tamenk)

KENDARI, iNews.id – Tiga orang pasien positif Covid-19 yang merupakan satu keluarga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), meninggal dunia. Mereka merupakan ayah, ibu, dan anak, yang terpapar Covid -19 pada pekan lalu.

Ketiganya meninggal dunia di Rumah Sakit Bahteramas Kendari dan telah dimakamkan di Pekuburan Umum Punggolaka.

Dari tiga orang sekeluarga itu, yang pertama kali meninggal pasien berinisial ENI berusia 54 tahun, pada Jumat (28/8/20), pukul 13.30 Wita. Ayahnya NT yang berusia 77 tahun kemudian meninggal pada Selasa (1/9/20), pukul 08.45.

Kematian anak dan ayah itu disusul sang ibu pada Kamis (3/9/2020) pukul 04.30 Wita. Ibu berusia 72 tahun itu mengembuskan napas terakhir pada Kamis (3/9/2020) dini hari sekitar pukul 04.30 Wita.

Perempuan itu merupakan ibu dari seorang dosen IAIN Kendari. Sementara suaminya, mantan pembantu ketua III IAIN Kendari yang telah meninggal beberapa hari lalu juga karena Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) dr La Ode Rabiul Awal menjelaskan, satu keluarga itu masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Bahteramas pada waktu yang berbeda-beda.

“Ketiganya reaktif dari rapid test. Setelah dites swab, hasilnya positif Covid-19, rontgen pneumonia. Mereka mengeluhkan di bagian pernapasan, batuk-batuk dan sesak napas. Untuk ibu 72 tahun ini memang ada penyakit penyerta,” kata La Ode Rabiul Awal.

La Ode mengatakan, ketiga pasien meninggal dunia yang merupakan satu keluarga ini telah dimakamkan di Pekuburan Umum Punggolaka Kendari.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Covid-19, hingga 3 September 2020, 33 pasien Covid-19 di Sultra meninggal dunia. Sementara 499 lainnya masih dalam perawatan.


Editor : Maria Christina