Ahli Geologi: Likuefaksi Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Sumbar termasuk Padang

Antara ยท Sabtu, 22 Februari 2020 - 17:40 WIB
Ahli Geologi: Likuefaksi Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Sumbar termasuk Padang
Suasana permukiman di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018) yang terkubur tanah akibat likuefaksi. Ahli geologi menyebutkan likuefaksi berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumbar. (Foto: Antara)

PADANG, iNews.idAhli geologi menyebutkan sejumlah wilayah pesisir di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berpotensi mengalami likuefaksi, termasuk Kota Padang. Fenomena alam tersebut dapat terjadi jika diawali dengan gempa bumi.

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar Dian Hadiansyah mengatakan, Pemprov Sumbar telah memetakan zonasi amplifikasi gempa dan likuefaksi. Pemetaan yang menjadi bekal untuk penanganan pascabencanaitu saat ini berada di tangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Likuefaksi adalah peristiwa keluarnya air tanah dari bawah permukaan yang disebabkan gempa berkekuatan tinggi. Gempa tersebut menyebabkan air tanah keluar dan membuat tanah wilayah di sekitarnya lunak seperti bubur dan membuat sejumlah bangunan amblas ke dalam tanah.

“Hal ini hanya terjadi di wilayah pesisir yang kontur tanahnya terdiri dari sedimen tebal. Sedimen ini merupakan endapan batuan yang memiliki pori yang terdiri dari pasir, lumpur dan lainnya,” kata Dian di Padang, Sabtu (22/2/2020).

Dian mengatakan, likuefaksi tidak akan terjadi jika tidak didahului dengan gempa. Beberapa wilayah di Sumbar memang memiliki potensi mengalami likuefaksi.

Dia mencontohkan, Kota Padang yang berada di wilayah cekungan dan kontur tanah yang terdiri atas sedimen tebal berisi air tanah. Di daerah ini, tanah yang digali dengan kedalaman satu setengah meter akan langsung bertemu air tanah.

Beberapa wilayah yang pernah terjadi likuefaksi di Padang yakni, daerah bawah jembatan Basko Hotel, Purus, Tabing dan lainnya. Pada gempa 2009, LIPI mencatat terjadi likuefaksi di Padang.

“Sebelumnya beberapa gempa pusatnya di laut. Berbeda dengan Palu karena pusat gempa di daratan dan tepat di daerah patahan,” katanya.

Dian berharap dengan pemetaan tersebut, BPBD Sumbar dapat melakukan pencegahan. BPBD diminta memberikan pemahaman terhadap masyarakat akan potensi likuefaksi tersebut.

“Selain Kota Padang beberapa wilayah juga berpotensi seperti wilayah di sekitar patahan Sumatera seperti Sumani dan daerah yang punya air tanah melimpah,” katanya.


Editor : Maria Christina